Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberi penghormatan terakhir kepada Alm. Ferry Irawan, Alm. Yoga Naufal, dan Alm. Capt. Andy Dahananto yang merupakan korban kecelakaan pesawat ATR 42-500.
“Kementerian Kelautan dan Perikanan menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dedikasi dan jasa para almarhum selama bertugas di Kementerian Kelautan dan Perikanan,” ujar Wakil Menteri KKP Didit Herdiawan di Auditorium Madidihang AUP Kelautan dan Perikanan Pasar Minggu, Jakarta, Minggu.
Didit juga menyampaikan duka cita yang mendalam untuk seluruh korban yang wafat, namun tidak sempat diberikan penghormatan terakhir sebagaimana Alm. Ferry Irawan, Alm. Yoga Naufal, dan Alm. Capt. Andy Dahananto.
Kecelakaan pesawat yang jatuh di sekitar pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (17/1) menewaskan 10 orang kru dan penumpang.
Sebanyak tujuh orang lainnya tidak sempat diberikan penghormatan terakhir karena berbagai alasan dan pertimbangan teknis.
“Saya juga ingin menyampaikan duka cita dan bela sungkawa yang mendalam untuk seluruh korban yang wafat dan tidak sempat diberikan penghormatan terakhir di ruang ini dan dengan berbagai alasan dan pertimbangan teknis,” ujar Didit.
Bagi keluarga yang ditinggalkan, tutur Didit, akan diberi santunan sesuai ketentuan yang berlaku, serta diberikan beasiswa untuk anak dari korban kecelakaan pesawat ATR 42-500.
Didit juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan pencarian dan evakuasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500.
“Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh aparat dan relawan yang telah membantu siang dan malam tanpa kenal lelah guna melaksanakan kegiatan pencarian dan evakuasi korban kecelakaan pesawat ini selama lebih kurang 7 hari,” ucap Didit.
Upacara yang digelar di Auditorium Madidihang AUP Kelautan dan Perikanan Pasar Minggu, Jakarta, merupakan penghormatan dan pelepasan Alm. Ferry Irawan, Alm. Yoga Naufal, dan Capt. Andy Dahananto yang gugur saat bertugas dalam musibah jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Prajurit TNI yang tergabung dalam Tim Search and Rescue (SAR) Gabungan menemukan enam korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Kamis (22/1).
Berdasarkan siaran pers resmi TNI yang diterima di Jakarta, Jumat, dijelaskan bahwa penemuan korban merupakan hasil pencarian tim SAR gabungan sejak Sabtu (17/1).
“Kementerian Kelautan dan Perikanan menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dedikasi dan jasa para almarhum selama bertugas di Kementerian Kelautan dan Perikanan,” ujar Wakil Menteri KKP Didit Herdiawan di Auditorium Madidihang AUP Kelautan dan Perikanan Pasar Minggu, Jakarta, Minggu.
Didit juga menyampaikan duka cita yang mendalam untuk seluruh korban yang wafat, namun tidak sempat diberikan penghormatan terakhir sebagaimana Alm. Ferry Irawan, Alm. Yoga Naufal, dan Alm. Capt. Andy Dahananto.
Kecelakaan pesawat yang jatuh di sekitar pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (17/1) menewaskan 10 orang kru dan penumpang.
Sebanyak tujuh orang lainnya tidak sempat diberikan penghormatan terakhir karena berbagai alasan dan pertimbangan teknis.
“Saya juga ingin menyampaikan duka cita dan bela sungkawa yang mendalam untuk seluruh korban yang wafat dan tidak sempat diberikan penghormatan terakhir di ruang ini dan dengan berbagai alasan dan pertimbangan teknis,” ujar Didit.
Bagi keluarga yang ditinggalkan, tutur Didit, akan diberi santunan sesuai ketentuan yang berlaku, serta diberikan beasiswa untuk anak dari korban kecelakaan pesawat ATR 42-500.
Didit juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan pencarian dan evakuasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500.
“Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh aparat dan relawan yang telah membantu siang dan malam tanpa kenal lelah guna melaksanakan kegiatan pencarian dan evakuasi korban kecelakaan pesawat ini selama lebih kurang 7 hari,” ucap Didit.
Upacara yang digelar di Auditorium Madidihang AUP Kelautan dan Perikanan Pasar Minggu, Jakarta, merupakan penghormatan dan pelepasan Alm. Ferry Irawan, Alm. Yoga Naufal, dan Capt. Andy Dahananto yang gugur saat bertugas dalam musibah jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Prajurit TNI yang tergabung dalam Tim Search and Rescue (SAR) Gabungan menemukan enam korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Kamis (22/1).
Berdasarkan siaran pers resmi TNI yang diterima di Jakarta, Jumat, dijelaskan bahwa penemuan korban merupakan hasil pencarian tim SAR gabungan sejak Sabtu (17/1).



