Nakhon Ratchasima (ANTARA) - Tim goalball Indonesia menembus babak final cabang olahraga tersebut dalam ASEAN Para Games 2025 Thailand setelah menundukkan Myanmar dengan skor 10-3 pada babak semifinal di Indoor Stadium, Vongchavalitkul University, Nakhon Ratchasima, Minggu siang.
Kemenangan tersebut mengantarkan Satrio dan kawan-kawan untuk bersua tuan rumah pada hari ini pukul 15.20 WIB.
"Meskipun menang banyak, sejumlah evaluasi seperti bertahan dan akurasi lemparan harus lebih ditingkatkan, apalagi nanti melawan tim kuat Thailand," kata pelatih kepala tim goalball Indonesia Muhammad Endra Sukmana kepada ANTARA setelah pertandingan.
Dia menyatakan, kemenangan itu juga secara otomatis membuat tim Merah Putih menggenggam minimal medali perak di APG edisi ke-13 itu.
"Tetapi kami optimistis nanti bisa meraih emas," ujar dia.
Pemain sekaligus kapten tim goalball Indonesia Arif Setiawan mengatakan, kemenangan dengan skor banyak tersebut menjadi modal melawan Thailand karena Indonesia telah kalah dua kali dalam babak penyisihan.
"Bagus untuk menaikkan mental tim dan kami tetap masih harus memperbaiki diri, serta membenahi kekurangan dalam sisi bertahan," ujar dia yang berposisi sayap kiri.
Baca juga: Indonesia lewati target dengan sabet 102 emas di APG 2025
Dalam pertandingan tersebut, skuad Garuda mampu unggul 4-1 pada babak pertama berdurasi 12 menit.
Satrio Choirul Usman membuka gol pertama pada menit keempat atau sisa waktu 7 menit 37 detik.
Lemparan kencang dan terukur sayap kanan tersebut tidak mampu dibendung oleh lawan.
Myanmar hanya mampu membukukan satu gol saat tertinggal 1-2.
Pada babak kedua, bola masih mengucur deras ke gawang Myanmar.
Bintang utamanya adalah sang kapten, Arif Setiawan. Pada akhirnya, gol ke-10 atau terakhir juga dicetak oleh dia melalui lemparan cepat ke sudut kanan gawang lawan, pada menit ke-10.
Laga pun ditutup dengan skor 10-3 untuk kemenangan Indonesia.
Pemain sekaligus kapten tim goalball Indonesia Arif Setiawan (kanan) menangkap bola hasil lemparan pemain Myanmar, dalam pertandingan babak semifinal cabang olahraga goalball pada ASEAN Para Games 2025 Thailand, di Indoor Stadium, Vongchavalitkul University, Nakhon Ratchasima, Minggu (25/1/2026) siang. ANTARA/Donny Aditra Baca juga: Dua atlet Indonesia gagal raih medali 5.000 meter balap kursi roda
Goalball adalah cabang olahraga khusus untuk atlet tunanetra dan low vision. Komposisi pemain terdiri atas dua posisi, yakni center dan sayap (kanan dan kiri).
Setiap tim dihuni enam orang. Tiga pemain berada di lapangan dan tiga lainnya sebagai cadangan.
Semua pemain, baik yang buta total maupun low vision wajib memakai penutup mata (eye shade), agar kondisi benar-benar setara saat bertanding.
Untuk menghadapi ASEAN Para Games 2025 Thailand, Indonesia hanya menurunkan satu tim putra yang berisi enam atlet. Mereka adalah Arif Setiawan, Nur Ikhsan, Yogi Prayoga, Nanang Qomarudin, Satrio Choirul Usman, dan Andi Santoso.
Baca juga: Indonesia dominasi para angkat berat hari keempat APG 2025
Baca juga: Indonesia diyakini bisa juara umum para bulu tangkis APG 2025
Kemenangan tersebut mengantarkan Satrio dan kawan-kawan untuk bersua tuan rumah pada hari ini pukul 15.20 WIB.
"Meskipun menang banyak, sejumlah evaluasi seperti bertahan dan akurasi lemparan harus lebih ditingkatkan, apalagi nanti melawan tim kuat Thailand," kata pelatih kepala tim goalball Indonesia Muhammad Endra Sukmana kepada ANTARA setelah pertandingan.
Dia menyatakan, kemenangan itu juga secara otomatis membuat tim Merah Putih menggenggam minimal medali perak di APG edisi ke-13 itu.
"Tetapi kami optimistis nanti bisa meraih emas," ujar dia.
Pemain sekaligus kapten tim goalball Indonesia Arif Setiawan mengatakan, kemenangan dengan skor banyak tersebut menjadi modal melawan Thailand karena Indonesia telah kalah dua kali dalam babak penyisihan.
"Bagus untuk menaikkan mental tim dan kami tetap masih harus memperbaiki diri, serta membenahi kekurangan dalam sisi bertahan," ujar dia yang berposisi sayap kiri.
Baca juga: Indonesia lewati target dengan sabet 102 emas di APG 2025
Dalam pertandingan tersebut, skuad Garuda mampu unggul 4-1 pada babak pertama berdurasi 12 menit.
Satrio Choirul Usman membuka gol pertama pada menit keempat atau sisa waktu 7 menit 37 detik.
Lemparan kencang dan terukur sayap kanan tersebut tidak mampu dibendung oleh lawan.
Myanmar hanya mampu membukukan satu gol saat tertinggal 1-2.
Pada babak kedua, bola masih mengucur deras ke gawang Myanmar.
Bintang utamanya adalah sang kapten, Arif Setiawan. Pada akhirnya, gol ke-10 atau terakhir juga dicetak oleh dia melalui lemparan cepat ke sudut kanan gawang lawan, pada menit ke-10.
Laga pun ditutup dengan skor 10-3 untuk kemenangan Indonesia.
Pemain sekaligus kapten tim goalball Indonesia Arif Setiawan (kanan) menangkap bola hasil lemparan pemain Myanmar, dalam pertandingan babak semifinal cabang olahraga goalball pada ASEAN Para Games 2025 Thailand, di Indoor Stadium, Vongchavalitkul University, Nakhon Ratchasima, Minggu (25/1/2026) siang. ANTARA/Donny Aditra Baca juga: Dua atlet Indonesia gagal raih medali 5.000 meter balap kursi roda
Goalball adalah cabang olahraga khusus untuk atlet tunanetra dan low vision. Komposisi pemain terdiri atas dua posisi, yakni center dan sayap (kanan dan kiri).
Setiap tim dihuni enam orang. Tiga pemain berada di lapangan dan tiga lainnya sebagai cadangan.
Semua pemain, baik yang buta total maupun low vision wajib memakai penutup mata (eye shade), agar kondisi benar-benar setara saat bertanding.
Untuk menghadapi ASEAN Para Games 2025 Thailand, Indonesia hanya menurunkan satu tim putra yang berisi enam atlet. Mereka adalah Arif Setiawan, Nur Ikhsan, Yogi Prayoga, Nanang Qomarudin, Satrio Choirul Usman, dan Andi Santoso.
Baca juga: Indonesia dominasi para angkat berat hari keempat APG 2025
Baca juga: Indonesia diyakini bisa juara umum para bulu tangkis APG 2025




