Puisi Sang Anak di Depan Jenazah Ferry Irawan: Aku Akan Jaga Salatku

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Ruang AUP Kelautan dan Perikanan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, hening saat satu per satu perwakilan keluarga menyampaikan pesan kepada korban jatuhnya pesawat ATR.

Salah satu keluarga yang menyampaikan pesan, yakni anak korban Ferry Irawan, Rafi Pratama Irawan. Rafi tak banyak memberi sambutan. Dia menyampaikan pesan lewat sebuah puisi.

Dengan suara bergetar Rafi menyampaikan doa, rasa kehilangan, serta janji kepada ayahnya. Pesannya itu dikemas dalam puisi berjudul ‘Selamat Jalan Papaku Tercinta’.

“Hari ini aku berdiri di sini dengan hati yang belajar ikhlas meski air mata ingin jatuh. Papa, aku percaya ini adalah takdir yang terbaik dari Allah Swt. Papa dipanggil saat sedang mengabdi menjalankan tugas negara melakukan pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan,” tutur Rafi, di lokasi, Minggu (25/1).

“Insyaallah papa wafat dalam keadaan syahid, husnul khotimah. Ya Allah ampunilah dosa papaku, terimalah amal dan ibadahnya, lapangkan kuburnya dan tempat ia disisimu bersama orang-orang yang saleh,” lanjut Rafi dalam doanya.

Dalam puisinya, Rafi berjanji kepada sang ayah untuk selalu menjaga ibadah.

“Papa, aku masih kecil, tapi papa telah mengajarkanku tauladan yang besar tentang keikhlasan, tentang keberanian, dan tentang menyerahkan segala hanya kepada Allah SWT,” kata Rafi.

“Aku berjanji pa, aku akan menjaga salatku, menjadi anak yang baik, anak yang saleh dan aku akan menjaga mama dan sayang dengan adik Radin,” sambung dia.

Rafi juga menyampaikan cintanya yang sangat dalam kepada sang ayah. Di sela puisinya itu, ia sembari mengusap air mata dengan suara yang masih bergetar.

“Papa, jika hari ini aku menangis, itu bukan karena marah kepada takdir. Tapi karena aku sangat mencintai Papa,” ungkap Rafi.

“Selamat jalan, Papa. Doaku menyertai kepergianmu.

"Semoga Papa tenang di sana, dan kita dapat berkumpul kembali di surga Allah yang paling indah,” pungkas dia.

Ferry Irawan merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang menjadi korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Ia tergabung dalam tim air surveillance Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) yang tengah menjalankan tugas pengawasan.

Almarhum berpangkat Penata Muda Tingkat I dengan jabatan Analis Kapal Pengawas. Setelah upacara persemayaman, jenazah Ferry dibawa dan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Ranggon, Jakarta Timur.

Dalam prosesi pemakaman, Rafi juga mengumandangkan azan setelah jasad sang ayah diturunkan ke liang lahat. Usai pemakaman, Rafi tampak menangis di depan makam ayahnya sambil memeluk foto Ferry Irawan.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Dapat Lampu Hijau, Inter Milan Makin Agresif Kejar Tanda Tangan Guglielmo Vicario di Bursa Transfer Musim Panas
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
JPO JIS-Ancol Mulai Dibangun, Pramono Targetkan Rampung Mei 2026
• 50 menit lalukompas.tv
thumb
Hari Kesembilan OMC, BPBD DKI Intensifkan Mitigasi Cuaca Ekstrem Lewat Tiga Penerbangan
• 22 jam lalusuara.com
thumb
Hasil Lelang SRBI Tembus Rp39,72 Triliun, Efektif Tarik Modal Asing?
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
Manchester City Bungkam Wolves 2-0, Jarak dengan Arsenal di Klasemen Liga Inggris Tinggal 4 Poin
• 16 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.