Jakarta, VIVA – Upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat tidak selalu dimulai dari fasilitas canggih atau teknologi mahal. Edukasi dasar yang dilakukan secara konsisten justru menjadi fondasi penting dalam membangun generasi yang lebih sehat dan siap menghadapi masa depan. Hal inilah yang tercermin dari sebuah kegiatan nasional yang melibatkan ribuan sekolah di berbagai daerah Indonesia, dengan fokus utama pada pemahaman gizi sejak usia dini.
Kegiatan edukasi gizi yang dilakukan secara serentak di 1.800 sekolah tersebut berhasil mencatatkan rekor nasional dan diakui oleh Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Capaian ini menjadi salah satu tonggak penting dalam penguatan literasi gizi, sekaligus menunjukkan besarnya kolaborasi tenaga profesional di bidang kesehatan masyarakat.
Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) menjadi penggerak utama dalam kegiatan berskala besar ini. Rekor tersebut diraih bertepatan dengan peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) ke-66 pada 25 Januari 2026, yang mengusung semangat perbaikan gizi sebagai bagian dari investasi jangka panjang bangsa.
Mengusung tema Gizi Optimal Mewujudkan Generasi Emas 2045, Ketua Umum Persagi, Doddy Izwardi, menegaskan bahwa kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan sangat bergantung pada kondisi gizi saat ini.
“Dua puluh tahun ke depan adalah hasil dari apa yang kita lakukan sekarang. Gizi optimal menjadi fondasi utama,” ujarnya di Jakarta pada Minggu, 25 Januari 2026.
Ia juga menyoroti sejumlah capaian positif yang telah diraih Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, salah satunya penurunan angka stunting nasional hingga 19,8 persen. Meski demikian, tantangan masih cukup besar. Masalah kekurangan gizi masih ditemukan di berbagai wilayah, sementara di sisi lain angka obesitas justru menunjukkan tren peningkatan.
“Upaya promotif dan preventif melalui kebiasaan hidup sehat harus terus diperluas,” tambahnya.
Rekor yang dicatat MURI ini melibatkan lebih dari 55.400 peserta, didukung sekitar 5.000 edukator gizi, dan menjangkau 1.800 titik sekolah sebagai awal dari gerakan edukasi gizi nasional.
“Ini bukan sekadar rekor, tetapi bukti nyata peran strategis ahli gizi dalam pembangunan bangsa,” katanya.
Kegiatan ini juga selaras dengan kampanye kebiasaan hidup sehat serta mendukung program pemenuhan gizi melalui SPPG yang telah menjangkau lebih dari 1.025 titik sasaran di berbagai daerah.





