FAJAR.CO.ID – Dunia maya masih diguncang kabar duka. Kematian mendadak selebgram Lula Lahfah menyulut sorotan tajam dan perbincangan yang tak kunjung reda. Di antara berbagai spekulasi yang bermunculan, satu hal yang terus disebut-sebut adalah dugaan penyalahgunaan Nitrous Oxide atau yang akrab disebut ‘Gas Tawa’. Label ‘Whip Pink’ pun ikut mencuat dalam perbincangan ini, menambah aura kelam pada insiden tragis tersebut.
N₂O, Lebih Dari Sekadar ‘Gas Tawa’Nitrous Oxide, atau N₂O, sebenarnya adalah gas tak berwarna dengan aroma manis yang samar. Julukan ‘gas tertawa’ melekat karena efek euforianya—bisa bikin penggunanya merasa ringan, santai, bahkan tertawa tanpa alasan yang jelas. Tapi di balik itu, ada cerita yang lebih kompleks.
Gas ini ditemukan pertama kali di abad ke-18. Sejak itu, aplikasinya merambah ke berbagai bidang, dari ruang operasi hingga arena balap. Secara fisik, gas ini stabil, tak berwarna, dan punya bau manis khas. Meski tidak mudah terbakar sendiri, ia bisa mendukung proses pembakaran.
Dari Klinik Gigi Sampai Sirkuit BalapDalam dunia medis, N₂O punya peran penting. Ia sering dipakai sebagai anestesi ringan atau pereda nyeri, terutama untuk prosedur gigi atau persalinan. Keunggulannya terletak pada kecepatannya: efeknya muncul dalam hitungan detik dan hilang tak lama setelah pemakaian dihentikan. Pasien jadi lebih rileks, rasa sakitnya berkurang.
Lalu, coba lihat kaleng krim kocok di dapur. Tekstur lembut dan mengembang itu seringkali adalah hasil kerja Nitrous Oxide sebagai propelan. Dunia otomotif, khususnya balap, juga memanfaatkannya dengan nama NOS (Nitrous Oxide System). Sistem ini menyuntikkan oksigen ekstra ke ruang bakar, mendongkrak tenaga mesin secara instan untuk akselerasi yang lebih ganas.
Efeknya pada Tubuh, Bukan Cuma TawaSaat dihirup, gas ini langsung menyerbu sistem saraf pusat. Hasilnya? Rasa euforia, kepala terasa ringan, tubuh rileks, dan sensitivitas terhadap rasa sakit menurun. Semuanya terjadi sangat cepat, lalu menghilang dalam beberapa menit. Namun begitu, di situlah letak bahayanya jika digunakan sembarangan.
Penggunaan di luar pengawasan profesional bisa berakibat buruk. Dalam jangka pendek, pengguna bisa mengalami pusing hebat, mual, gangguan keseimbangan, hingga pingsan. Yang lebih mengkhawatirkan adalah efek jangka panjangnya. Gas ini bisa mengganggu penyerapan vitamin B12, yang ujung-ujungnya berpotensi merusak saraf secara permanen. Fungsi otak pun bisa terganggu.
Risiko paling fatal adalah hipoksia atau kekurangan oksigen. Banyak kasus kematian terjadi karena orang menghirup gas ini langsung dari tabung, tanpa campuran oksigen yang memadai. Tubuh seakan ‘lupa’ bernapas.
Di Mana Posisi Hukum?Secara legal, penggunaan N₂O untuk keperluan medis dan industri makanan diizinkan. Tapi ceritanya jadi lain saat masuk ke ranah rekreasi. Banyak negara, termasuk Indonesia, mulai ketat membatasi bahkan melarang penjualannya untuk konsumsi pribadi. Larangan ini bukan tanpa alasan, melainkan sebagai upaya mencegah penyalahgunaan yang berujung petaka.
Fungsi vs PenyalahgunaanPada akhirnya, Nitrous Oxide adalah zat yang punya dua wajah. Di satu sisi, ia alat bantu yang sangat berharga di tangan tenaga medis dan industri. Di sisi lain, penyalahgunaannya sebagai inhalan rekreasi bisa menjadi gerbang menuju bencana kesehatan, bahkan kematian. Pesannya jelas: hormati kegunaannya, dan waspadai risikonya. Gunakan hanya pada konteks yang tepat dan di bawah pengawasan yang benar-benar profesional. (hmk/fajar)



