Presiden Interim Venezuela Ajak Oposisi Dialog Damai

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Presiden interim Venezuela Delcy Rodríguez pada Sabtu (24/1) menyerukan dialog dengan kelompok oposisi untuk mencapai kesepakatan demi perdamaian nasional, tiga pekan setelah mantan Presiden Nicolás Maduro tersingkir dari kekuasaan akibat operasi militer Amerika Serikat (AS).

Dalam pidato yang disiarkan televisi pemerintah dari La Guaira, Rodríguez menegaskan bahwa kepentingan perdamaian harus mengalahkan perbedaan politik.

“Tidak boleh ada perbedaan politik atau partisan ketika menyangkut perdamaian di Venezuela,” ujarnya, seperti dikutip AFP.

Ia juga mendorong semua pihak membuka komunikasi secara terbuka dan berupaya menemukan titik temu.

“Meski kami berbeda, kami harus berbicara dengan saling menghormati dan mencapai kesepakatan,” kata Rodríguez.

Seruan ini datang di tengah dinamika politik yang sedang memanas di Venezuela, termasuk langkah kontroversial pemimpin oposisi Maria Corina Machado yang baru-baru ini memberikan medali Hadiah Nobel Perdamaian yang diterimanya kepada Presiden AS Donald Trump.

Machado memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian 2025 atas perjuangannya mempromosikan demokrasi di Venezuela dan dedikasinya terhadap transisi damai dari pemerintahan Maduro. Pada pertemuan di Gedung Putih, dia menyampaikan medali itu kepada Trump sebagai pengakuan atas dukungan Trump terhadap perjuangan rakyat Venezuela.

Langkah tersebut menimbulkan reaksi beragam. Trump menyebutnya sebagai “gestur saling menghormati”, sementara sejumlah tokoh internasional menganggapnya kontroversial karena mununjukkan hubungan politik yang kuat antara oposisi Venezuela dan pemerintahan AS.

Proses ini juga terjadi setelah operasi militer AS yang berhasil menangkap Maduro pada awal Januari, sebuah langkah yang memicu dinamika politik baru di Caracas dan mempercepat pergeseran kekuasaan ke pemerintahan interim Rodriguez.

Rodríguez, yang sebelumnya menjabat sebagai wakil presiden di era Maduro kini menghadapi tantangan besar untuk meredam konflik internal, membangun dialog nasional, sekaligus merespons ekspektasi oposisi yang terus mendorong reformasi dan pembicaraan yang lebih luas.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pelajar Tewas Tenggelam Saat Berenang di GOR Senen
• 20 jam lalukompas.com
thumb
Kiprah Penggawa Timnas Indonesia: Miliano Jonathans Jadi Starter, Excelsior Curi Poin di Markas Twente
• 6 jam lalubola.com
thumb
Kejutan Bundesliga! Bayern Munich Takluk di Kandang, Persaingan Papan Atas Memanas
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
Resmikan Huntara di Agam, Tito Kebut Bantuan-Validasi Data Korban Bencana
• 19 jam laludetik.com
thumb
Tottenham Tak Kunjung Menang, Suporter Spurs Desak Thomas Frank Mundur
• 1 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.