VIVA – Tekanan terhadap Thomas Frank kembali mencuat setelah Tottenham Hotspur gagal meraih kemenangan saat bertandang ke markas Burnley.
Hasil imbang 2-2 di Turf Moor, Sabtu lalu, memicu desakan dari pendukung Spurs agar Frank segera angkat kaki.
Dalam laga tersebut, Tottenham sebenarnya nyaris menelan kekalahan sebelum sundulan Cristian Romero di menit ke-90 memastikan satu poin. Gol penyeimbang tersebut menyelamatkan Spurs setelah keunggulan awal dari Micky van de Ven (38’) dibalas Burnley melalui Axel Tuanzebe (45’) dan pemain pengganti Lyle Foster (76’).
Hasil ini terasa kontras dengan situasi Tottenham di kompetisi Eropa. Beberapa hari sebelumnya, Spurs meredakan tekanan dengan kemenangan 2-0 atas Borussia Dortmund di kandang sendiri, yang membawa mereka naik ke posisi kelima klasemen Liga Champions.
Meski timnya terhindar dari kekalahan, suara ketidakpuasan suporter terdengar jelas sepanjang laga. Thomas Frank pun merespons situasi tersebut dengan menegaskan bahwa dirinya dan staf kepelatihan bekerja keras untuk membalikkan keadaan klub.
“Pertama dan terpenting, saya ingin berterima kasih kepada mereka karena telah melakukan perjalanan dan mendukung tim sepanjang pertandingan,” kata Frank dikutip dari ESPN.
“Saya yakin mereka bisa mengenali dan mengakui, terutama di babak pertama, peningkatan yang ada. Kita seharusnya bisa dan harus unggul jauh,” sambungnya.
Frank menilai timnya tetap menunjukkan karakter meski berada di bawah tekanan. Ia menyoroti semangat juang para pemain yang terus berusaha hingga peluit akhir.
“Mereka juga mengakui kemauan dan karakter tim yang terus berlari, terus berjuang sampai akhir. Kita hanya perlu terus maju. Kita melakukan banyak hal dengan benar, tetapi tidak diragukan lagi, ini tidak mudah bagi kami,” ujarnya.
Rentetan hasil tersebut membuat Tottenham memperpanjang puasa kemenangan di Liga Premier sepanjang 2026 menjadi lima pertandingan. Spurs kini berada di peringkat ke-14 klasemen, dengan jarak delapan poin dari zona degradasi.
Frank kembali menekankan pesan kepada para pendukung bahwa proses perbaikan terus berjalan. “Kami bekerja sangat, sangat keras untuk memastikan semuanya bergerak ke arah yang benar dan kami akan terus melakukan itu,” ucapnya.




