Pemadaman listrik melanda ibu kota Greenland, Nuuk, pada akhir pekan setelah angin kencang menyebabkan gangguan pada jaringan transmisi listrik. Perusahaan listrik negara menyebut gangguan tersebut terjadi akibat kondisi cuaca ekstrem.
Nuuk yang dihuni sekitar 20 ribu penduduk dan sebagian besar bergantung pada pembangkit listrik tenaga air mengalami pemadaman total sekitar pukul 22.30 waktu setempat pada Sabtu (24/1). Hingga tiga jam kemudian, aliran listrik baru pulih sebagian di sejumlah wilayah.
Perusahaan utilitas Nukissiorfiit menyatakan gangguan dipicu oleh kerusakan sistem transmisi akibat angin kencang.
“Angin kuat menyebabkan kegagalan transmisi, dan kami tengah memulihkan pasokan listrik melalui pembangkit darurat,” tulis Nukissiorfiit melalui Facebook pada Minggu (25/1).
Selain listrik, gangguan juga berdampak pada layanan internet. Lembaga pemantau jaringan NetBlocks melaporkan penurunan signifikan konektivitas internet di Greenland, dengan dampak terbesar terjadi di Nuuk.
Pemadaman ini terjadi hanya beberapa hari setelah pemerintah Greenland menerbitkan brosur berisi panduan kesiapsiagaan krisis bagi warganya. Menurut Reuters, panduan tersebut dirilis di tengah meningkatnya perhatian internasional terhadap wilayah otonomi Denmark itu.
Situasi Greenland sempat menjadi sorotan setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berulang kali melontarkan ancaman untuk mengambil alih wilayah tersebut secara paksa. Namun, Trump belakangan meredam pernyataannya usai bertemu Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte.
Greenland merupakan wilayah otonomi Denmark yang memiliki posisi strategis di kawasan Arktik. Dalam beberapa tahun terakhir, wilayah ini kerap menjadi perhatian geopolitik global, terutama terkait keamanan, sumber daya alam, dan perubahan iklim.




