Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Situbondo
Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan bantuan darurat bagi warga terdampak bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.
Banjir tersebut merendam lima kecamatan, melumpuhkan jalur nasional Pantura, serta menyebabkan dua orang meninggal dunia.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), mengatakan bahwa bantuan dikirim dari Sentra Terpadu Soeharso Surakarta pada Sabtu, 24 Januari 2026.
Bantuan ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar para korban selama masa tanggap darurat.
"Kemensos mengirim bantuan kedaruratan bagi warga terdampak bencana banjir bandang di Kabupaten Situbondo. Pada hari ini bantuan dikirim dari Sentra Terpadu Soeharso Surakarta," ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulis, dikutip tvrinews.com dari laman Kemensos pada Minggu, 25 Januari 2026.
Bantuan logistik yang disalurkan meliputi 2.000 paket makanan siap saji, 1.000 paket lauk pauk siap saji, 800 paket makanan anak, 200 paket family kit, serta 200 paket kidsware.
Selain itu, Kemensos juga menyalurkan bantuan sandang bagi orang dewasa, anak, dan bayi masing-masing sebanyak 100 paket.
Untuk mendukung kebutuhan pengungsian, Kemensos turut mengirimkan 200 lembar kasur, 200 lembar selimut, dan 200 lembar tenda gulung.
Petugas Kemensos bersama Dinas Sosial dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Situbondo telah melakukan asesmen di lapangan, mengevakuasi warga ke tempat yang lebih aman, serta mendirikan dapur umum guna memenuhi kebutuhan dasar korban.
Koordinasi lintas sektor juga terus dilakukan dengan melibatkan pemerintah daerah, BPBD, TNI/Polri, tenaga kesehatan, dan relawan.
Berdasarkan data sementara, sebanyak 9.045 jiwa terdampak bencana banjir. Selain dua korban meninggal dunia, banjir mengakibatkan 3.015 rumah terendam, 8 rumah rusak berat, dan 12 rumah rusak sedang. Sementara jumlah pengungsi dan lokasi pengungsian masih terus diperbarui melalui asesmen petugas.
Sebelumnya, banjir besar terjadi pada Rabu 21 Januari 2026, akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah Situbondo secara terus-menerus.
Kondisi tersebut menyebabkan sungai meluap, tanggul jebol, dan genangan air merendam lima kecamatan, yakni Besuki, Banyuglugur, Mlandingan, Bungutan, dan Kendit.
Akibat banjir, jalur nasional Pantura Situbondo–Surabaya sempat lumpuh total. Bahkan, jembatan di Desa Jetis Tanjung, Kecamatan Besuki, dilaporkan ambruk dan terbawa arus. Longsor juga terjadi di Desa Kalisari, Kecamatan Banyuglugur, yang menimpa rumah warga.
Hingga Sabtu 24 Januari 2026, banjir di lima kecamatan dilaporkan telah surut. Warga bersama TNI, Polri, dan relawan mulai bergotong royong membersihkan lumpur serta material sisa banjir di rumah dan lingkungan sekitar. Layanan dapur umum masih terus diberikan oleh Tagana sambil menunggu kondisi benar-benar pulih.
Editor: Redaktur TVRINews




