Persalinan caesar dengan metode Early Recovery After Cesarean Section (ERACS) kini semakin banyak diminati karena diklaim membantu proses pemulihan ibu menjadi lebih cepat. Namun, di tengah popularitasnya, masih banyak mitos yang beredar di masyarakat seputar metode ini.
Untuk meluruskan hal tersebut, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, dr. Dinda Derdameisya, Sp.OG, menjelaskan sejumlah mitos dan fakta terkait persalinan caesar dengan ERACS.
Mitos dan Fakta Persalinan Caesar dengan Metode ERACS1. Pasien bisa langsung beraktivitas usai persalinan ERACS?Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah apakah ibu bisa langsung beraktivitas setelah menjalani persalinan ERACS. Menurut dr. Dinda, hal ini benar. Metode ERACS menggunakan kombinasi obat-obatan tertentu yang membuat pasien merasa lebih nyaman, sehingga lebih cepat bergerak dan beraktivitas dibandingkan metode caesar konvensional.
“Jawabannya adalah betul, karena obat-obatan yang diberikan itu membuat pasien lebih nyaman untuk beraktivitas dan bergerak,” ucapnya kepada kumparanMOM, Rabu (7/1).
2. ERACS bikin luka operasi cepat kering?Jawabannya salah. dr. Dinda menegaskan bahwa ERACS tidak berpengaruh langsung terhadap proses penyembuhan luka operasi, karena penyembuhan luka tetap bergantung pada kondisi tubuh ibu dan perawatan pascaoperasi.
"Jawabannya adalah salah karena tidak ada pengaruh terhadap penyembuhan luka dari luka caesar tersebut," imbuhnya.
3. ERACS membantu menyusui jadi lebih cepat?Kabar baiknya, ERACS memang dapat membantu proses menyusui menjadi lebih cepat. Hal ini benar, sebab pengelolaan nyeri yang lebih optimal membuat ibu merasa nyaman untuk duduk dan menyusui bayinya sejak dini setelah persalinan.
“Jawabannya adalah betul, karena obat-obatan nyeri yang diberikan dapat membuat pasien merasa nyaman. Sehingga posisi bisa duduk dalam menyusui bayinya," sambungnya.
4. Persalinan ERACS membuat bayi jadi lemah dan cenderung masuk NICU?Meski begitu, masih ada pula kekhawatiran bahwa persalinan caesar dengan ERACS dapat membuat bayi menjadi lemah atau berisiko masuk NICU. dr. Dinda menegaskan bahwa anggapan ini salah. Obat-obatan yang digunakan dalam metode ERACS tidak memberikan dampak buruk pada bayi di dalam kandungan.
Lalu, apakah ERACS bisa dilakukan oleh semua ibu hamil?
Jawabannya benar. Kata dr. Dinda, sebagian besar ibu hamil yang menjalani persalinan caesar dapat menggunakan metode ERACS, tentu dengan penyesuaian kondisi medis masing-masing pasien dan rekomendasi dokter.




