Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Bandung Barat
Kementerian Sosial menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak bencana tanah longsor di Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat.
Bantuan tersebut dikirim dari Gudang Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat ke lokasi pengungsian di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, pada Sabtu, 24 Januari 2026.
Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan bahwa keselamatan warga serta pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi menjadi prioritas utama pemerintah dalam penanganan bencana.
"Kemensos berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta unsur terkait agar penanganan darurat bagi warga terdampak dapat berjalan optimal," ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulis, dikutip tvrinews.com dari laman Kemensos pada Minggu, 25 Januari 2026.
Bencana tanah longsor terjadi pada Sabtu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kecamatan Cisarua sejak sehari sebelumnya.
Kondisi tanah yang labil di kawasan lereng curam menyebabkan pergeseran tanah yang menimbun permukiman warga di Kampung Pasirkuning, Desa Pasirlangu.
Akibat kejadian tersebut, sebanyak 34 kepala keluarga atau 113 jiwa terdampak. Dari jumlah itu, 34 KK terpaksa mengungsi ke aula Kantor Desa Pasirlangu serta rumah kerabat terdekat. Longsor juga mengakibatkan kerusakan sedikitnya 30 unit rumah warga.
Berdasarkan data sementara, tercatat enam warga meninggal dunia, yakni Sunarya, Aah, Nining, Jajang Taryana, Rahmat, dan Enur.
Selain itu, 33 orang mengalami luka berat, 35 orang luka ringan, serta 83 warga masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan. Seluruh korban luka dan meninggal dunia telah dievakuasi ke Rumah Sakit Cisarua.
Untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi, Dinas Sosial bersama Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Bandung Barat mendirikan dapur umum lapangan di SDN 1 Pasirlangu, tidak jauh dari Kantor Desa Pasirlangu.
Sebagai bentuk dukungan, Kemensos menyalurkan berbagai bantuan, di antaranya satu unit tenda serbaguna, lima unit tenda keluarga, 50 lembar tenda gulung, 200 lembar kasur, 200 lembar selimut, 500 paket makanan siap saji, 400 paket lauk pauk siap saji, 100 paket makanan anak, 100 paket family kit, 100 paket kidsware, serta masing-masing 50 paket sandang anak dan dewasa.
Hingga saat ini, proses pencarian, pertolongan, dan pendataan korban masih terus dilakukan. Penanganan bencana melibatkan Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat, BPBD, TNI-Polri, Basarnas, aparat kecamatan dan desa, Tagana, serta instansi terkait lainnya.
Masyarakat diimbau tetap berada di lokasi pengungsian karena kondisi tanah di wilayah tersebut masih labil dan berpotensi terjadi longsor susulan.
Editor: Redaktur TVRINews





