JAKARTA, DISWAY.ID - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memastikan sebagian besar wilayah yang terendam banjir telah surut.
Diketahui selama sepekan terakhir, sejumlah wilayah di Jakarta terendam banjir dampak hujan ekstrem.
Pada Kamis, 22 Januari 2026, sedikitnya 143 RT dan 16 ruas jalan terendam banjir dengan ketinggian air bervariasi antara 30 centimeter hingga 1,2 meter.
BACA JUGA:Pramono Anung Siapkan Skema Teknis Pidana Kerja Sosial KUHP Baru di Jakarta
Saat ini kata Pramono, wilayah yang tergenang banjir di Jakarta hanya tersisa Kampung Melayu di Jakarta Timur.
"Alhamdulillah sebagian besar sekarang ini sudah surut semua. Jakarta Barat yang paling berat sudah surut. Jakarta Timur tinggal di Kampung Melayu," kata Pramono di Jakarta Utara pada Minggu, 25 Januari 2026.
Pramono memastikan kalaupun masih ada wilayah yang banjir, genangannya relatif kecil sehingga tidak mengganggu aktifitas masyarakat.
BACA JUGA:Pramono Anung: Kemenangan Persija Jadi Kado Awal Tahun untuk Warga Jakarta
Karena sebagian besar banjir telah surut, Politisi PDI Perjuangan itu pun telah menarik seluruh pompa dari titik-titik wilayah yang sebelumnya tergenang.
Untuk transportasi umum yang sempat terhambat banjir, Pramono memastikan sekarang ini sudah kembali beroperasi secara normal.
Diketahu, operasional 9 rute Transjakarta di area Rawa Buaya serta Grogol dan Jakarta Utara sempat berhenti beroperasi sementara dampak ruas jalan terendam banjir pada Jumat, 23 Januari 2026.
BACA JUGA:Tegas! Pramono Anung Sebut Ledakan SMAN 72 Jakarta Bukan karena Bullying
"Tadi jam 03.00 pagi semua transportasi sudah berjalan normal," ucapnya.
Untuk mencegah banjir susulan, Pramono telah memperpanjang periode Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hingga tanggal 27 Januari 2026.
Dalam sehari dilakukan tiga kali penerbangan untuk menaburkan garam (NaCi) ke dalam awan konvektif.
- 1
- 2
- »




