Menteri Trenggono Ikut Presiden ke London dan Davos Sebelum Pingsan, Tapi Besok Sudah Ngantor

suara.com
3 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono jatuh pingsan saat upacara penghormatan jenazah korban pesawat ATR 42-500 di Jakarta, Minggu (25/1).
  • Kondisi menteri menurun akibat kelelahan setelah perjalanan dinas maraton mendampingi Presiden ke London dan Davos.
  • Menteri dilaporkan telah sadar, stabil pasca observasi, dan dijadwalkan kembali bekerja normal keesokan harinya.

Suara.com - Kabar mengejutkan datang dari Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Sakti Wahyu Trenggono. Di tengah suasana duka upacara penghormatan dan pelepasan jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500, Menteri Trenggono tiba-tiba jatuh tak sadarkan diri.

Insiden ini terjadi di Auditorium Madidihang AUP Kelautan dan Perikanan, Pasar Minggu, Jakarta, pada Minggu (25/1). Saat itu, prosesi sedang berlangsung khidmat ketika pihak keluarga menyerahkan jenazah kepada negara.

"Dengan ini saya atas nama keluarga menyerahkan jenazah Alm. Ferry Irawan, Alm. Yoga Naufal, dan alm. Capt. Andy Dahananto kepada negara Republik Indonesia untuk dimakamkan secara kedinasan Kementerian Kelautan dan Perikanan,” ujar Muhamad Hidayat, kakak dari almarhum Ferry, sesaat sebelum insiden terjadi.

Tak lama setelah kalimat tersebut diucapkan, suara berdebam keras menggema di dalam ruangan, memicu keriuhan di antara peserta upacara.

Menteri Trenggono pingsan dan segera mendapatkan pertolongan. Posisi inspektur upacara pun langsung diambil alih oleh Wakil Menteri KKP, Didit Herdiawan.

Maraton London hingga Davos

Pihak KP mengonfirmasi bahwa kondisi kesehatan sang Menteri menurun akibat jadwal kerja yang sangat padat. Trenggono baru saja menyelesaikan perjalanan dinas luar negeri mendampingi Presiden Prabowo Subianto ke London, Inggris, dan Davos, Swiss.

Staf Khusus Menteri KKP Bidang Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Media, Dodi Ismanto, menjelaskan bahwa meski fisik sedang tidak fit akibat jet lag dan kelelahan perjalanan jauh, Trenggono memaksakan hadir demi memberikan penghormatan terakhir kepada para stafnya yang gugur.

"Aman bapaknya (Trenggono). Sudah baikan, baikan. (Karena) Kecapekan. Beliau baru sampai dari perjalanan dinas itu, terus selama di Eropa memantau terus perkembangan di Jakarta. Begitu tahu sudah diumumkan korban, beliau ingin mendampingi keluarga dan berpartisipasi dalam proses upacara," ungkap Dodi kepada awak media.

Baca Juga: Kronologi Menteri Trenggono Pingsan di Upacara Duka, Suara Debam Bikin Riuh

Dodi menambahkan bahwa perjalanan maraton dari London dan Davos memang menguras energi, namun komitmen moral Menteri terhadap keluarga korban sangat besar.

"Iya. Bapak itu ikut kunker Presiden ke London dan Davos," tambahnya.

Sudah Sadar dan Siap Ngantor Besok

Setelah sempat dilarikan ke RSCM untuk observasi, kondisi Sakti Wahyu Trenggono dilaporkan telah stabil. Kabar baiknya, meski sempat pingsan, sang Menteri sudah merasa jauh lebih baik dan dijadwalkan kembali beraktivitas normal di kantor pada esok hari.

"Kondisi Menteri saat ini dalam keadaan sadar, stabil, dan baik-baik saja. Kelelahan yang dirasakan bersifat sementara dan telah ditangani dengan baik," jelas Dodi.

Bahkan, Dodi menegaskan bahwa semangat kerja sang Menteri tidak surut. "Udah dicek aman, besok ngantor," tegasnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jenazah Pilot Pesawat ATR 42-500 Dimakamkan di TPU Ranca Sadang Hari Ini
• 13 jam laludetik.com
thumb
Foto Lula Lahfah Meninggal Tersebar, Dara Arafah: Kematian Bukan Konten
• 22 jam lalugenpi.co
thumb
Fractal Design Pop 2 Air, Casing PC Fokus Airflow
• 19 jam lalumedcom.id
thumb
Banjir Jakarta, BNPB: 1.600 Lebih Warga Mengungsi per 25 Januari 2026
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Manchester City Bungkam Wolves 2-0, Jarak dengan Arsenal di Klasemen Liga Inggris Tinggal 4 Poin
• 17 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.