Kairo (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty, Sabtu (24/1), berdiskusi tentang perkembangan terakhir di Jalur Gaza dan upaya-upaya untuk mendukung penerapan fase kedua gencatan senjata di Gaza melalui sambungan telepon dengan "perwakilan tinggi untuk Gaza" Nikolay Mladenov.
Kementerian Luar Negeri Mesir dalam pernyataannya menyebutkan bahwa kedua pihak membahas langkah-langkah selanjutnya dan implementasi fase kedua dari rencana perdamaian Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk Gaza, termasuk pengerahan pasukan stabilisasi internasional, pembukaan perlintasan Rafah di dua arah, serta penarikan pasukan Israel dari Jalur Gaza.
Abdelatty mengatakan penyelesaian komitmen fase kedua merupakan titik fundamental untuk memulai jalur pemulihan dini di Gaza dan memulai proses rekonstruksi melalui pendekatan menyeluruh dan bertahap sesuai kebutuhan aktual penduduk.
Kedua pihak sepakat untuk melanjutkan koordinasi dan meningkatkan konsultasi mengenai perkembangan di Gaza, guna mendukung upaya mencapai perdamaian dan stabilitas yang langgeng di Jalur Gaza dan kawasan Timur Tengah.
Pemerintahan Trump pada tahun lalu mengumumkan rencana perdamaian tiga fase yang mencakup 20 poin dan bertujuan mengakhiri konflik Israel-Hamas yang pecah pada Oktober 2023.
Gencatan senjata antara Hamas dan Israel mulai berlaku pada Oktober 2025.Tapi, selama fase pertama kesepakatan tersebut, kedua pihak berulang kali saling menuduh melakukan pelanggaran.
Sebelumnya pada bulan ini, pemerintahan Trump mengumumkan dimulainya fase kedua dari rencana perdamaian tersebut, dengan fokus yang bergeser dari gencatan senjata ke demiliterisasi, tata kelola teknokratis, dan rekonstruksi.
Kementerian Luar Negeri Mesir dalam pernyataannya menyebutkan bahwa kedua pihak membahas langkah-langkah selanjutnya dan implementasi fase kedua dari rencana perdamaian Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk Gaza, termasuk pengerahan pasukan stabilisasi internasional, pembukaan perlintasan Rafah di dua arah, serta penarikan pasukan Israel dari Jalur Gaza.
Abdelatty mengatakan penyelesaian komitmen fase kedua merupakan titik fundamental untuk memulai jalur pemulihan dini di Gaza dan memulai proses rekonstruksi melalui pendekatan menyeluruh dan bertahap sesuai kebutuhan aktual penduduk.
Kedua pihak sepakat untuk melanjutkan koordinasi dan meningkatkan konsultasi mengenai perkembangan di Gaza, guna mendukung upaya mencapai perdamaian dan stabilitas yang langgeng di Jalur Gaza dan kawasan Timur Tengah.
Pemerintahan Trump pada tahun lalu mengumumkan rencana perdamaian tiga fase yang mencakup 20 poin dan bertujuan mengakhiri konflik Israel-Hamas yang pecah pada Oktober 2023.
Gencatan senjata antara Hamas dan Israel mulai berlaku pada Oktober 2025.Tapi, selama fase pertama kesepakatan tersebut, kedua pihak berulang kali saling menuduh melakukan pelanggaran.
Sebelumnya pada bulan ini, pemerintahan Trump mengumumkan dimulainya fase kedua dari rencana perdamaian tersebut, dengan fokus yang bergeser dari gencatan senjata ke demiliterisasi, tata kelola teknokratis, dan rekonstruksi.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5392250/original/080775500_1761411007-InShot_20251025_234741533.jpg)


