Ladies, pernah merasa ingin terus membeli sesuatu saat sedang haid? Ternyata ada studi yang menjelaskan alasan di balik keinginan tersebut, lho.
Hal ini diungkap dalam studi berjudul The Menstrual Cycle and Female Economic Behaviour yang dilakukan oleh peneliti psikologi dari University of Hertfordshire, Inggris.
Studi ini melibatkan 443 perempuan berusia 18-50 tahun yang diminta melaporkan kebiasaan belanja mereka dalam tujuh hari terakhir, sekaligus mencatat fase siklus menstruasi yang sedang dialami.
Hasilnya, perempuan yang berada di fase luteal, yakni periode menjelang menstruasi, cenderung melaporkan pengeluaran yang lebih besar, kontrol diri untuk berbelanja yang lebih rendah, hingga meningkatnya perilaku belanja impulsif. Di fase ini, perempuan juga sering mengalami buyers’s remorse atau penyesalan setelah berbelanja.
Perubahan hormon ovarium yang bikin kalapPeneliti menemukan bahwa fase pra-menstruasi berkaitan erat dengan perubahan hormon ovarium yang memengaruhi area otak yang bertugas mengatur emosi dan pengendalian diri.
“Lonjakan hormon ovarium menyebabkan peningkatan perilaku belanja impulsif dan berlebihan pada perempuan sebelum menstruasi,” ujar dr. Adrian Furnham, psikolog dan peneliti utama studi tersebut.
Temuan ini juga menyebutkan bahwa pada fase pra-menstruasi, perempuan lebih rentan mengalami kecemasan, iritabilitas, dan dorongan impulsif. Kondisi emosional ini kerap mendorong perilaku konsumtif sebagai bentuk pelampiasan atau upaya mengatur emosi, meski berujung pada rasa bersalah setelahnya.
Menariknya, studi ini juga menegaskan bahwa perilaku ekonomi tidak selalu bersifat rasional. Faktor emosional dan biologis terbukti ikut berperan besar dalam keputusan finansial sehari-hari, terutama pada perempuan.
Untuk, memahami siklus hormon terhadap perilaku belanja dapat membantu perempuan lebih sadar dalam mengatur keuangan. Misalnya dengan menunda pembelian besar atau lebih ketat mengontrol anggaran saat memasuki fase pra-menstruasi.





