BGN Ingatkan SPPG Tak Boleh Paksa Sekolah yang Tolak MBG

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

Badan Gizi Nasional memastikan bahwa tidak boleh ada pemaksaan bagi sekolah mana pun untuk menerima program MBG.

BGN Ingatkan SPPG Tak Boleh Paksa Sekolah yang Tolak MBG

IDXChannel – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, memastikan bahwa tidak boleh ada pemaksaan bagi sekolah mana pun untuk menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pesan ini turut disampaikan kepada Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia.

Baca Juga:
Kepala BGN Klaim Kasus Keracunan Program MBG Turun Drastis, Ini Datanya

Hal ini disampaikan Nanik dalam acara Koordinasi dan Evaluasi bersama Forkompimda, Kasatpel, Yayasan, Mitra, Korwil, dan seluruh Kepala SPPG se Kabupaten Banyuwangi di Kota Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (24/1/2025).

“Para Kepala SPPG tidak boleh memaksa. Kalau ada sekolah yang tidak mau menerima MBG, karena misalnya para siswa sekolah itu anak-anak orang yang mampu, ya nggak papa,” kata Nanik dalam keterangannya, Minggu (25/1/2026).

Baca Juga:
BGN Kejar Target 82,9 Juta Penerima MBG di 2026, Fokus Tingkatkan Keamanan Pangan

Nanik menjelaskan hal itu saat seorang Kepala SPPG dari salah satu Kecamatan di Kabupaten Banyuwangi mengeluhkan kesulitannya dalam memperbanyak jumlah penerima manfaat MBG di Kecamatannya. Penyebabnya, beberapa sekolah elit dengan jumlah siswa ribuan, menolak menerima MBG. 

Baca Juga:
Anggaran MBG Tembus Rp855 Miliar per Hari, Kepala BGN: 70 Persen untuk Beli Bahan Baku

“Sekolah itu tetap tidak mau menerima, walaupun sudah meminta bantuan Danramil maupun Kapolsek,” kata dia.

Prinsipnya, kata dia, pemerintah memang ingin memberikan MBG kepada seluruh anak Indonesia, agar tidak ada seorang pun anak Indonesia yang tidak mendapatkan gizi yang baik. Tapi, penerimaan MBG sifatnya sukarela. 

Baca Juga:
Kepala BGN Targetkan Perbaiki Kualitas Makanan MBG dan SPPG di 2026

Sehingga, tidak boleh ada pemaksaan apalagi intimidasi dari SPPG atau dari instansi mana pun, bahwa seolah-olah sekolah yang tidak mau menerima MBG berarti tidak menyukseskan program pemerintah. 

Karena itu, jika sekolah-sekolah elit sudah mampu mencukupi kebutuhan gizi bagi para siswanya, dan kemudian memutuskan untuk tidak menerima MBG, maka hal itu tidak menjadi masalah. 

“Pokoknya, Ka SPPG kami, dari BGN tidak ada unsur pemaksaan sedikit pun,” katanya 

Nanik kemudian menyarankan agar para Kepala SPPG berkeliling di wilayah cakupannya, untuk mencari penerima manfaat lainnya yang lebih membutuhkan. Misalnya ke pesantren-pesantren kecil, anak-anak putus sekolah, anak-anak jalanan yang masih usia sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. 

“Masih banyak yang belum menerima MBG, sementara mereka sangat membutuhkan,” kata dia.

(Nur Ichsan Yuniarto)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Gol Perdana Alaeddine Ajaraie untuk Persija di BRI Super League Dianulir Wasit: Insya Allah Bisa Cetak Gol Lagi
• 10 jam lalubola.com
thumb
Dedi Mulyadi Pastikan Korban Longsor Cisarua Bandung Dapat Bantuan Rp10 Juta per KK
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
Pramono Ungkap Pembangunan Stasiun KRL JIS Selesai April 2026
• 6 jam laludetik.com
thumb
Cuaca Ekstrem Picu Bencana di Majalengka, 200 Rumah dan Ratusan Hektare Sawah Kebanjiran
• 15 jam lalurepublika.co.id
thumb
Dinilai Visioner dan Strategis, Akademisi Apresiasi Pidato Prabowo di WEF Davos 2026
• 23 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.