Bisnis.com, JAKARTA - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengatakan korban longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat akan mendapatkan Rp10 juta per Kartu Keluarga (KK).
Dedi menyampaikan uang tersebut diperuntukkan agar korban terdampak dapat mencari kontrakan dan menyambung kebutuhan hidup selama dua bulan.
"Menyiapkan per kepala keluarga Rp10 juta untuk cari tempat kontrakan dan bekal hidup selama dua bulan dulu," katanya dikutip dari humas_jabar, Minggu (25/1/2026).
Relokasi warga terdampak juga bertujuan agar proses recovery atau penanganan oleh petugas setempat berjalan maksimal. Selain itu, dia menilai kawasan itu masih berbahaya bagi warga yang tetap mengungsi.
Dia juga menilai penyebab terjadinya longsor tak luput dari kesalahan manusia yang memanfaatkan lereng gunung menjadi perkebunan. Dia turut menyoroti area persawahan yang dialihkan menjadi perumahan menyumbang penyebab terjadinya longsor.
"Lereng-lereng gunung berubah menjadi tanaman sayur dan kebun bunga dengan sistem green house dan penanaman yang menggunakan media plastik adalah fakta bahwa kita telah berbuat salah," ujar Dedi dari postingan instagram pribadinya.
Baca Juga
- Tinjau Lokasi Longsor Cisarua, Gibran Minta Pemda Segera Relokasi Warga ke Tempat Aman
- Satu Keluarga Korban Longsor Cisarua Bandung Ditemukan Berpelukan
- Pratikno Pastikan Pemerintah Kawal Penanganan Longsor di Cisarua Bandung
Di sisi lain, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan 9 korban meninggal telah teridentifikasi.
Korban meninggal dunia ditemukan oleh tim pencarian dan pertolongan (Search and Rescue-SAR) setelah melakukan operasi pencarian di hari ke tiga.
"Terhadap 9 korban meninggal yang sudah terindentifikasi, 5 korban sudah diserah terimakan kepada pihak keluarga dan 4 orang korban masih di Posko Disaster Victim Identification (DVI)," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan tertulis, Minggu (25/1/2026).
Abdul menjelaskan sampai saat ini BPBD Kabupaten Bandung Barat bersama lintas instansi gabungan masih melakukan pendataan lanjutan dan pemantauan di lokasi terdampak, termasuk proses pencarian korban serta pendataan rumah terdampak.





