Jakarta, VIVA – Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bidang Penelitian dan Pengembangan, Dedek Prayudi, memberikan apresiasi terhadap hasil kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Inggris pada Rabu, 21 Januari 2026. Dedek menilai inisiatif tersebut mencerminkan kematangan visi Presiden di tengah dinamika global.
“Di tengah dinamika global, inisiatif untuk menjalin dan mengintensifkan kemitraan dengan Inggris menunjukkan kematangan visi presiden. Kunjungan ini bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan dan kualitas manusia Indonesia,” kata Dedek dalam keterangannya, Sabtu, 24 Januari 2026.
- Tim Media Presiden
Ia menambahkan Inggris memiliki posisi penting sebagai pusat inovasi, teknologi, dan pendidikan berkualitas tinggi. Maka itu, kemitraan tersebut dinilai membuka peluang besar bagi Indonesia.
“Kerja sama ini menciptakan kesempatan emas bagi Indonesia, terutama di bidang maritim dan pendidikan. Patut diingat 2/3 wilayah Indonesia merupakan laut dan ada lebih 2 juta nelayan sehingga ada kebutuhan kapal tangkap yang banyak,” kata Dedek.
Diketahui, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyelesaikan rangkaian kunjungan kerja (kunker) di Inggris pada Rabu, 21 Januari 2026, dengan membawa sejumlah capaian konkret bagi Indonesia. Kesepakatan itu meliputi komitmen investasi miliaran pound sterling, kerja sama strategis di sektor maritim, hingga penguatan pendidikan tinggi.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa sepanjang berada di Inggris, Presiden Prabowo melakukan sejumlah pertemuan bilateral, termasuk dengan Raja Charles III dan Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer.
"Jadi hari ini tanggal 21 Januari 2026, Bapak Presiden sudah selesai melaksanakan kegiatan di Inggris. Jadi ada beberapa pertemuan, yang pertama dengan Perdana Menteri Starmer," kata Seskab Teddy kepada wartawan, Rabu, 21 Januari 2026.
Dari pertemuan tersebut pemerintah mencatat komitmen investasi dari Inggris sebesar 4 miliar pound sterling atau setara sekitar Rp 90 triliun. Kedua, penguatan kerja sama di bidang maritim. Ketiga, kerja sama pembangunan 1.582 kapal nelayan yang akan diproduksi dan dirakit di Indonesia.
"Nah, yang menariknya begini, jadi kapalnya ini nanti menurut Menteri Kelautan akan memperkerjakan sekitar 600 ribu orang. Kenapa? Karena nanti diproduksinya, dirakitnya di Indonesia," ungkap Teddy.
Selain sektor ekonomi dan maritim, Prabowo memberikan perhatian besar pada penguatan sumber daya manusia melalui kerja sama pendidikan tinggi.



/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2025%2F11%2F04%2Fb348f3741382c860af06ce8d8210975b-20251104YGA22.jpg)

