Teriakan Tolong dan Tinggalkan Rumah yang Menyelamatkan Enuh

kompas.id
3 jam lalu
Cover Berita

”Itu mungkin orang-orang yang menyelamatkan saya.” Begitu kata Nyonya Enuh (53), warga Kampung Baru, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, saat melihat petugas evakuasi mengangkat satu kantong jenazah berwarna oranye dari kejauhan, Minggu (26/1/2026).

Lokasinya berada di sekitar mahkota longsor dekat kawasan hutan di sekitar Gunung Burangrang. Siang itu, Enuh berada di antara banyak warga yang menanti dengan cemas kabar sanak saudara mereka yang tertimbun longsor.

Ia sengaja datang ke permukiman paling atas, yakni Kampung Pasir Kuning, yang berjarak sekitar 500 meter dari mahkota longsor. ”Katanya, korban di atas itu, selain warga, ada juga tentara yang sedang latihan dan berkemah,” kata Enuh yang tinggal sekitar 500 meter di bawah Kampung Pasir Kuning.

Sebelumnya, longsor terjadi di Kampung Pasir Kuning dan Kampung Pasir Kuda RT 005 RW 011 Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (24/1/2026) pukul 03.00 WIB. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat, 23 orang selamat dalam insiden ini. Namun, 79 orang masih dinyatakan hilang.

Bunyi keras

Jarum jam sudah menunjukkan pukul 02.00 WIB. Namun, Enuh dan suaminya, Warja, belum juga tidur. Sandiwara Sunda tentang peperangan yang mereka dengarkan lewat radio terlalu sayang untuk dilewatkan.

Akan tetapi, di tengah acara, bukan adegan laga yang membuat mereka terkejut. Enuh dan suaminya mendengar satu kali bunyi keras.

Duak. Tubuh Enuh bahkan ikut tersentak.

Tak tahu penyebabnya, ia berspekulasi bunyi itu berasal dari tenda green house yang jatuh tertiup angin atau tidak kuat menahan air hujan. Saat musim hujan seperti sekarang, hal semacam itu kerap terjadi.

“Karena cuma sekali dan tidak terdengar lagi, saya lanjut dengar sandiwara,” kata dia.

Baca JugaLongsor Susulan Masih Muncul, Pencarian Dihentikan Sementara

Hingga akhirnya, sejam kemudian, bunyi keras itu terdengar lagi. Namun, kali ini diiringi teriakan minta tolong. Terdengar pula peringatan untuk meninggalkan rumah.

“‘Tolong’ dan ‘tinggalkan rumah’ adalah dua hal yang masih saya ingat sampai sekarang,” kata Enuh.

Belakangan, Enuh tahu teriakan minta tolong keluar dari mulut tetangga yang terdampak di atas dan di pinggir rumahnya. Sementara peringatan untuk meninggalkan rumah awalnya datang dari personel tentara yang sedang berkemah.

Kali ini, Enuh tidak berlama-lama di dalam rumah. Tujuh orang lain di dalam rumah, yakni anak dan cucunya, ia bangunkan. Semua segera diminta meninggalkan rumah.

“Saat di luar, sekitar 100 meter sudah ada longsoran tanah menimpa rumah. Wilayahnya masuk Kampung Pasir Kuda. Beberapa tetangga juga ada yang keluar rumah lebih dulu sebelum tanah longsor datang,” kata dia.

Sepertinya saudara-saudara saya tidak akan selamat lagi. Sudah harus mulai direlakan.

Enuh mengatakan, rumahnya memang tidak rusak. Kebun pembibitan sayurnya, yang berjarak sekitar 10 meter dari aliran longsor, juga masih berdiri. Namun, ia mengaku belum berani pulang ke rumah.

“Masih takut kalau lihat rumah yang tertimbun tanah. Lumpurnya tebal sekali,” kata dia sambil menggeleng-gelengkan kepala.

Surya (45), warga Kampung Pasir Kuning, juga tidak habis pikir saat melihat tiga backhoe menggaruk lumpur tebal yang masih basah. Ia memperkirakan, bila dibandingkan dengan rumah warga yang lama, ketebalan lumpur bisa mencapai enam meter.

“Sepertinya saudara-saudara saya tidak akan selamat lagi. Sudah harus mulai direlakan,” kata Surya.

Hingga Minggu siang, satu per satu korban berhasil ditemukan. Data Polda Jawa Barat menyebutkan, kini terdapat 17 kantong jenazah. Pada Sabtu malam sebelumnya, tercatat ada 10 kantong jenazah.

“Dari 17 kantong jenazah tersebut, sebanyak tujuh telah berhasil diidentifikasi, sementara sisanya masih dalam proses identifikasi,” kata Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Komisaris Besar Hendra Rochmawan.

Korban yang dipastikan meninggal adalah Suryana (57), Jajang Tarta (35), Nining (40), Dadang Apung (60), Nurhayati (42), M. Kori (30), dan Lina Lismayanti (43).

“Kantong jenazah yang belum teridentifikasi sudah diambil sampel DNA dan untuk sementara disimpan di RSUD Cibabat,” kata dia.

Baca JugaLongsor Cisarua, Ratusan Warga Menunggu Kabar Kerabat, 84 Orang Belum Ditemukan


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
BMKG Prediksi Jabodetabek Masih Diguyur Hujan Lebat, Status Siaga
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Skuad Timnas Futsal Indonesia Tanpa Evan Soumilena di Piala Asia Futsal 2026
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Ramai Cashback & Promo Masuk Penghasilan Kena Pajak di Coretax, DJP Buka Suara
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Jenazah Korban Pesawat ATR 42-500 Tiba di Karanganyar, Disambut Isak Tangis Keluarga
• 2 jam lalurctiplus.com
thumb
Dua Polisi Gugur saat Bertugas Menuju Lokasi Longsor Cisarua Bandung Barat
• 4 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.