Pemerintah memastikan akan meningkatkan kualitas hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak banjir di Sumatera. Untuk huntara di Sumatera Barat, PT Nindya Karya melakukan pembangunan di wilayah Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Linggai Duo Koto dan Bancah, Kabupaten Agam serta Sumpur Malalo Kabupaten Tanah Datar.
Direktur Utama PT Nindya Karya, Firmansyah, menjelaskan peningkatan spesifikasi huntara. Pada ketinggian atap ditingkatkan dari 2,4 meter menjadi 3 meter. Selain itu, juga dilakukan penambahan plafon guna mendukung kenyamanan penghuni selama masa pemulihan.
“Kami memastikan seluruh instruksi Presiden terkait dengan peningkatan kualitas huntara bisa diterapkan di lapangan. Bagi kami, huntara ini bukan hanya soal kecepatan pembangunan, tetapi juga bagaimana menghadirkan ruang 1nggal yang mendukung kenyamanan dan ak1vitas warga,” ujar Firmansyah dalam keterangannya, Minggu (25/1).
Di Batang Anai, PT Nindya Karya membangun 40 unit hunitara. Sementara itu di beberapa wilayah lain di Sumatera Barat, meliputi 20 unit di Linggai dan 35 unit di Bancah, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, serta 28 unit di Sumpur Malalo, Kabupaten Tanah Datar.
Untuk menunjang kebutuhan warga, Nindya Karya melengkapi kawasan huntara dengan unit toilet, dapur umum, area cuci dan jemuran, ruang komunal berukuran 4x8 meter, taman bermain serta lahan terbuka yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana olahraga dan aktivitas sosial.
"Pembangunan huntara merupakan bagian dari sinergi Danantara Indonesia bersama Keluarga Besar BUMN melalui payung BUMN Peduli, guna memastikan respons kemanusiaan berjalan cepat, terkoordinasi, dan tepat sasaran di wilayah terdampak bencana," jelasnya.
Ditarget Rampung Sebelum Ramadan
Pemerintah menargetkan pembangunan hunian sementara (huntara) untuk korban bencana di Aceh dan Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, rampung sebelum Ramadan. Pembangunan proyek itu dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
“Kita juga sedang membangun huntara, total ada 1.606 unit. Targetnya sebelum masuk bulan Ramadan selesai semua, itu sesuai arahan dari BNPB,” kata Menteri PU Dody Hanggodo dalam keterangan tertulis, dikutip pada Minggu (11/1).
Jumlah huntara yang dibangun Kementerian PU di Tapsel sebanyak 431 unit. Sementara untuk Provinsi Aceh terdapat 480 unit yang tersebar di Kabupaten Bener Meriah, 400 unit di Kabupaten Aceh Utara, 211 unit di Pidie Jaya, dan 84 unit di Aceh Tamiang.
Untuk huntara yang berada di Aceh Tamiang, pembangunannya sudah rampung pada Sabtu (10/1). Nantinya huntara tersebut dapat menampung sekitar 336 jiwa atau 84 kepala keluarga (KK) dalam satu kawasan. Setiap blok huntara di Aceh Tamiang dapat menampung hingga 12 KK atau sekitar 48 jiwa.




