GenPI.co - Sebanyak 80 korban longsor di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, masih dalam proses pencarian.
Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian mengatakan pihaknya mengevaluasi bersama seluruh unsur yang terlibat, mulai dari pemerintah daerah, Polri, hingga sukarelawan dalam operasi SAR.
“Hari ini merupakan hari kedua pelaksanaan operasi SAR. Di lapangan ada SAR Mission Koordinator yang mengkoordinir berbagai unsur yang hadir. Informasi yang juga kami terima, masih ada kira-kira 80 warga yang dinyatakan hilang,” kata dia, Minggu (25/1).
Ade menjelaskan Basarnas mencatat sebanyak 12 kantong jenazah korban bencana longsor diserahkan kepada pos Disaster Victim Identification (DVI) untuk diidentifikasi.
Di sisi lain, longsor di Cisarua ini berdampak pada 30 rumah dari total 34 kepala keluarga.
Sedangkan jumlah pengungsi diperkirakan mencapai 300 hingga 400 orang akibat bencana longsor ini.
“Sementara yang kami dapat, jumlah korban yang terdampak ada 113 orang dari 34 kepala keluarga,” imbuh dia.
Selain itu, pihaknya akan menggunakan alat berat menyesuaikan kondisi lapangan yang didominasi material longsoran tanah dan air.
“Alat berat sudah disiapkan. Jika memungkinkan dan aman, akan langsung kami turunkan. Namun, bila belum bisa, pencarian akan dilakukan secara manual,” beber dia.
Dia menyebut operasi SAR ini terkendala cuaca yang tidak bersahabat dengan intensitas hujan sedang hingga lebat.
Tak hanya itu, material longsoran yang belum stabil sehingga membahayakan tim SAR.
Menurut dia, ketebalan timbunan longsor diperkirakan mencapai sekitar 5 meter dan menutup area selebar kurang lebih 100 meter.
Adapun jarak dari mahkota longsoran hingga titik akhir mencapai sekitar 3 kilometer.(ant)
Lihat video seru ini:



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5483143/original/002635600_1769333623-WhatsApp_Image_2026-01-25_at_16.22.52.jpeg)
