TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com – Polisi menangkap delapan remaja yang hendak tawuran di Kelurahan Jombang, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Minggu (25/1/2026) dini hari.
Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Bambang Askar Sodiq mengatakan, penangkapan ini bermula saat petugas gabungan bersama Kelompok Sadar Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Pokdarkamtibmas) menyisir Jalan Jombang Raya.
Saat melintas di lokasi yang sepi, petugas mencurigai sekelompok remaja yang tengah berkumpul.
"Petugas mendapati sekelompok remaja yang diduga hendak melakukan aksi tawuran dan mengamankan delapan orang berikut sejumlah barang bukti berbahaya," ujar Bambang dalam keterangan resminya, Minggu.
Baca juga: Polisi Tangkap Dua Pelaku Pembacokan Mahasiswa dalam Tawuran di Bekasi
Bambang mengungkapkan, kedelapan remaja yang ditangkap berstatus sebagai pelajar dan mahasiswa yang berasal dari wilayah Tangerang dan Jakarta.
Saat dilakukan pemeriksaan di lokasi, polisi menemukan barang bukti yang diduga akan digunakan untuk tawuran, salah satunya adalah senjata tajam berukuran besar.
"Petugas menyita barang bukti berupa dua bilah senjata tajam jenis celurit, delapan unit telepon genggam, serta tiga unit sepeda motor," kata Bambang.
Bambang menyebut, penggagalan aksi tawuran merupakan upaya bersama masyarakat untuk menjaga keamanan lingkungan pada jam rawan seperti saat dini hari.
"Kami mengedepankan langkah preventif dengan melibatkan peran masyarakat untuk mencegah terjadinya tindak kekerasan di tengah masyarakat," ucap Bambang.
Kini, delapan remaja tersebut telah dibawa ke Mapolsek Ciputat Timur untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Polisi juga tengah mendalami peran masing-masing remaja dalam rencana aksi tawuran tersebut.
Baca juga: Polisi Temukan Botol Diduga Bekas Miras di Lokasi Tawuran Jatinegara
Bambang pun mengimbau para orangtua untuk lebih ketat mengawasi aktivitas anak-anaknya, terutama pada malam hingga dini hari.
"Kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya para orangtua, agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anaknya, terutama pada malam hingga dini hari menjelang subuh, guna menghindari keterlibatan dalam aksi tawuran maupun tindak pidana lainnya," tutur Bambang.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang




