Selain Tarot, Gen Z Juga Lebih Percaya Numerologi untuk Menata Masa Depan

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Akhir-akhir ini di media sosial banyak orang yang membacakan tarot dan jasa pembacaan tarot. Fenomena ini menunjukkan bahwa media sosial tidak hanya berfungsi sebagai ruang hiburan, tetapi juga menjadi arena pencarian makna dan jawaban atas ketidakpastian hidup. Generasi muda, khususnya Gen Z, tampak semakin terbuka terhadap praktik-praktik spiritual alternatif yang sebelumnya dianggap berada di luar nalar modern. Tarot hadir sebagai medium simbolik yang dianggap mampu merepresentasikan kegelisahan personal sekaligus menawarkan narasi masa depan yang terasa dekat dengan realitas mereka.

Tarot adalah seperangkat kartu bergambar yang masing-masing memiliki simbol, makna, dan interpretasi tertentu. Dalam praktiknya, pembacaan tarot dilakukan dengan mengaitkan simbol-simbol visual pada kartu dengan kondisi psikologis, emosional, dan situasional seseorang. Tarot sering dipahami bukan semata sebagai alat ramalan, tetapi sebagai sarana refleksi diri yang membantu individu memahami persoalan yang sedang dihadapi. Namun, dalam praktik di media sosial, tarot kerap direpresentasikan sebagai penunjuk masa depan, terutama terkait hubungan asmara, karier, dan kondisi finansial.

Bagi sebagian orang, pembacaan tarot hanya dianggap sebagai hiburan semata atau konten pengisi waktu luang. Akan tetapi, tidak sedikit pula yang memercayainya sebagai panduan hidup. Kepercayaan ini tumbuh seiring dengan narasi personal yang disampaikan oleh pembaca tarot, yang sering kali dikemas secara persuasif dan emosional. Dalam konteks ini, tarot berfungsi sebagai alat coping mechanism, yakni strategi psikologis untuk menghadapi kecemasan, ketidakpastian, dan tekanan hidup yang dialami generasi muda.

Belum selesai dengan tarot, media sosial juga kembali diramaikan dengan pembacaan matrix destiny atau matriks takdir. Praktik ini mulai banyak muncul dalam bentuk video pendek, siaran langsung, maupun jasa konsultasi berbayar. Matrix destiny menawarkan pendekatan yang berbeda dari tarot karena tidak menggunakan kartu, melainkan angka-angka yang dihitung berdasarkan tanggal lahir seseorang.

Matrix destiny adalah metode numerologi yang mengeklaim mampu membaca karakter, potensi diri, tantangan hidup, hingga arah masa depan seseorang melalui perhitungan matematis tertentu. Angka-angka tersebut kemudian dipetakan ke dalam diagram atau matriks yang dianggap merepresentasikan “peta kehidupan” individu. Dalam narasi yang dibangun, setiap angka memiliki energi, makna, dan peran spesifik yang memengaruhi perjalanan hidup seseorang.

Jika dibandingkan dengan tarot, matrix destiny dipersepsikan lebih kompleks dan rasional. Hal ini karena numerologi menggunakan angka dan perhitungan matematis yang memberi kesan ilmiah dan sistematis. Bagi Gen Z yang tumbuh di tengah kemajuan teknologi dan logika digital, pendekatan berbasis angka ini terasa lebih dapat diterima. Numerologi seolah menjembatani kebutuhan spiritual dengan cara berpikir rasional yang mereka miliki.

Kepercayaan terhadap numerologi menunjukkan adanya pergeseran pola pencarian makna di kalangan Gen Z. Mereka tidak sepenuhnya menolak rasionalitas, tetapi juga tidak menutup diri dari spiritualitas. Numerologi, dalam hal ini, menjadi alternatif untuk menata masa depan di tengah ketidakpastian sosial, ekonomi, dan karier yang semakin kompleks. Angka-angka dianggap mampu memberikan kepastian semu, arah, serta rasa kontrol atas hidup yang sulit diprediksi.

Fenomena ini menegaskan bahwa ketertarikan Gen Z terhadap tarot dan numerologi bukan sekadar tren sesaat. Ia mencerminkan kebutuhan akan pegangan simbolik dalam menghadapi realitas yang penuh tekanan. Di tengah dunia yang serba cepat dan kompetitif, praktik-praktik tersebut hadir sebagai ruang aman untuk memahami diri, menenangkan kecemasan, dan merancang harapan tentang masa depan.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Multi Medika (MMIX) Targetkan Pertumbuhan Pendapatan 10-15% per Tahun
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
Arahan dari Prabowo, BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Jabodetabek
• 12 jam lalumerahputih.com
thumb
Pengungsi Longsor Pasirlangu Butuh Kasur dan Trauma Healing di Tengah Cuaca Dingin
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Alwi Farhan Nyaris tak Berkeringat, Menang 21-5 dan 21-6 di Final Indonesia Masters 2026
• 4 jam laluharianfajar
thumb
Relasi Cinta Beda Agama dalam Dinamika Masyarakat Multikultural
• 3 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.