Bisnis.com, JAKARTA – Emiten konsumer produsen popok bayi MIUBaby, PT Multi Medika Internasional Tbk. (MMIX) menargetkan pertumbuhan pendapatan 10% sampai 15% tiap tahun pada periode 2026 sampai 2030.
Direktur Utama MMIX, Mengky Mangarek mengatakan pada 2026 ini perseroan telah menetapkan arah bisnis dengan menempatkan segmen baby care sebagai growth engine utama, disertai diversifikasi produk secara selektif di kategori personal care dan adult care.
Mengky menuturkan bahwa perusahaan menargetkan pertumbuhan yang terkontrol dan berkualitas sejalan dengan dinamika pasar fast-moving consumer goods (FMCG) Indonesia yang diproyeksikan tumbuh 6% sampai 9% year on year (YoY) di 2026, di mana segmen baby & child care diperkirakan tumbuh 8%-11% YoY menjadi US$1,8 miliar dan personal care & beauty sebesar 9%-12% YoY menjadi US$2,5 miliar.
"Kontribusi segmen mom & baby diproyeksikan tetap dominan, yakni sekitar 40–50% dari total pendapatan MMIX di 2026, didukung oleh peningkatan produktivitas pabrik popok bayi dan dewasa," ujarnya dalam rilis resmi perseroan, Minggu (25/1/2026).
Sementara itu, segmen penjualan tisu basah dan produk hygiene diperkirakan berkontribusi 15%-20% terhadap revenue 2026, seiring meningkatnya kesadaran konsumen terhadap produk kebersihan dan kebutuhan harian.
Menilik data penjualan periode 2023–2025, Mengky melihat terjadinya pergeseran perilaku konsumen, di mana generasi Gen Z dan Alpha saat ini semakin berperan sebagai smart buyer dengan keterbukaan akses informasi yang luas dan mandiri. Saat ini, konsumen menjadi lebih rasional dan berorientasi pada value, dengan preferensi yang meningkat terhadap produk praktis dan multifungsi. Fleksibilitas kemasan, baik dalam bentuk small pack maupun value pack, menjadi semakin relevan untuk menjawab kebutuhan tersebut.
Baca Juga
- Multi Medika (MMIX) Mau Bangun Pabrik Popok hingga Gaet Cocomelon
- Naik Tajam, BEI Suspensi Saham Multi Medika (MMIX)
- Bikin JV Bareng Investor China, Saham Multi Medika (MMIX) Melejit
Di sisi lain, menurutnya dominasi kanal digital dan pendekatan omnichannel memperkuat perubahan pola belanja, sehingga mendorong MMIX untuk menyesuaikan strategi produk FMCG 2026 agar lebih adaptif, transparan, dan selaras dengan perilaku konsumen yang semakin cerdas dan informatif.
Berdasarkan kinerja perseroan dalam Januari-September 2025, MMIX berhasil membukukan laba periode berjalan sebesar Rp2,13 miliar, membaik dibanding rugi periode berjalan Rp18,55 miliar pada periode yang sama 2024.
"Pencapaian ini didorong oleh penerapan efisiensi biaya produksi, logistik, dan operasional secara menyeluruh, perbaikan bauran produk yang lebih sehat, strategi pengelolaan persediaan yang lebih disiplin, penguatan jaringan distribusi serta penetrasi pasar, hingga fokus berkelanjutan pada kualitas pendapatan," ujarnya.
Perbaikan kinerja di sisi bottom line itu sejalan dengan pertumbuhan pendapatan dari Rp93,19 miliar menjadi Rp137,99 miliar, atau tumbuh 85% YoY. Mengky membedah, segmen baby care khususnya produk popok bayi menjadi kontributor utama pertumbuhan, sementara segmen personal care turut menopang kinerja melalui peningkatan permintaan pasar dan strategi distribusi yang lebih optimal.
"MMIX menargetkan transformasi bisnis menjadi perusahaan FMCG berbasis manufaktur dan brand, dengan pertumbuhan pendapatan 10–15% per tahun pada periode 2026–2030. Struktur pendapatan akan dibuat semakin seimbang antara segmen mom & baby, hygiene, dan beauty care, dengan fokus pada diferensiasi produk, efisiensi manufaktur lokal, serta penguatan profitabilitas dan arus kas," tandasnya.




