Tangis keluarga pecah saat jenazah dari Capt Andy Dahananto (58), pilot pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, dimakamkan.
Jenazah dimakamkan di TPU Ranca Sadang, Desa Sodong, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Minggu, (25/1).
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan proses upacara pemakaman sebelum jenazah dimasukkan ke dalam liang lahat, yang dihadiri oleh kerabat penerbangan dari almarhum Capt Andy, keluarga, dan kerabat.
Sahabat Capt Andy, Capt Djarot, mengatakan sebelum dimakamkan, almarhum sempat disemayamkan beberapa menit di rumah duka dan disalatkan di musala Al-Ijtihad.
"Tadi jenazah tiba pukul 11.00 WIB di rumah duka, lalu dilanjutkan dengan salat jenazah dan langsung dimakamkan di TPU Ranca Sadang," katanya.
Semasa hidup, Capt Andy dikenal sebagai sosok yang loyal terutama dalam dunia penerbangan.
"Saya sahabatnya semasa sekolah, dia ini orangnya memang loyal sekali apalagi di penerbangan ini, makanya posisi direktur itu sangat pantas hingga akhir masa beliau," ujarnya.
Jenazah Capt Andy sebelumnya menjalani proses upacara dan serah terima di Politeknik AUP, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Yang selanjutnya, tiba di rumah duka kawasan Perum PWS Blok AI 36, RT 06/03, Desa Margasari, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, pukul 11.00 WIB.
Capt Andy merupakan salah satu korban meninggal dunia dari tragedi jatuhnya Pesawat ATR 42-500 milik PT Indonesia Air Transport (IAT) di Maros, Sulawesi. Jenazahnya teridentifikasi pada Jumat, (23/1) dengan kantong nomor PM 62.B.11 dan nomor AM 010.





