Ahli Paru Ungkap Whip Pink Narkoba Penghancur Jantung

disway.id
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID – Kemunculan produk Whip Pink menjadi ramai dalam perbincangan publik di media sosial.

Meski namanya terdengar seperti pelengkap hidangan pencuci mulut, tapi ternyata bisa menyebabkan kerusakan organ dalam manusia, di mana menurut ahli paru ungkap Whip Pink narkoba penghancur jantung.

Dokter Spesialis Paru, Prof. dr. Erlina Burhan, memberikan penjelasan mendalam mengenai fenomena ini.

Ia menegaskan adanya pergeseran fungsi yang sangat mengerikan, di mana produk yang seharusnya digunakan di dapur, justru disalahgunakan menjadi sarana pengantar narkotika berbahaya.

BACA JUGA:Marketing Whip Pink di Media Sosial Disebut Janggal, Netizen Ramai Tag BPOM RI dan BNN

BACA JUGA:Mantan Pacar Lula Lahfah Angkat Bicara Isu Whip Pink

Berdasarkan temuan medis, produk yang disalahgunakan ini diduga kuat mengandung zat psikoaktif seperti Piperazine dan Catinone.

Prof. Erlina menjelaskan bahwa kedua zat ini termasuk dalam kategori narkotika yang memiliki efek destruktif terhadap metabolisme manusia.

"Secara umum, whipping itu sebetulnya dipakai untuk kuliner, untuk bikin krim. Tapi yang marak sekarang ini adalah penyalahgunaan. Isinya ada Piperazine dan Catinone," ujar Prof. Erlina saat dihubungi oleh jurnalis Disway, Minggu 25 Januari 2026.

Pola distribusinya pun beragam, mulai dari bentuk bubuk hingga kristal. Cara masuknya ke tubuh pun bervariasi bisa dihirup, diminum, bahkan disuntikkan namun metode hirup menjadi yang paling lazim ditemukan di kalangan pengguna remaja.

BACA JUGA:Jadwal Siaran Langsung Final Indonesia Masters 2026 Hari Ini Live, Ambisi Alwi dan Raymond/Joaquin Rebut Juara

BACA JUGA:Jadwal Siaran Langsung Final Indonesia Masters 2026 Hari Ini Live, Ambisi Alwi dan Raymond/Joaquin Rebut Juara

Prof. Erlina menyoroti bahwa dampak paling fatal dari penggunaan zat ini adalah pada sistem kardiovaskular. Pengguna berisiko tinggi mengalami gangguan irama jantung atau aritmia.

Dalam dosis yang berlebihan, jantung bisa kehilangan kendali irama dan berhenti berdetak secara mendadak.

Bagi sang dokter paru, dampak pada saluran pernapasan juga menjadi perhatian utama. Proses menghirup zat kimia ini memicu iritasi hebat.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Masih Ada Sisa Makanan di Mulut Saat Shalat, Dianggap Batal atau Tetap Sah? Ini Penjelasannya
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Sevilla vs Athletic Bilbao, Sevilla Comeback Lawan Athletic Bilbao
• 12 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Lawatan Selesai, Ini Rangkuman Capaian Strategis Prabowo di Inggris, Swiss dan Prancis
• 9 jam lalusuara.com
thumb
Saham Tertekan, Prajogo Pangestu Turun Gunung Serok BRPT, BREN dan CUAN Rp25,7 Miliar
• 12 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Peringati Hari Gizi Nasional 2026, Wakil Ketua MPR Ibas Ingatkan Amanat Konstitusi
• 3 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.