Momen Prabowo Telepon Langsung Menteri Trenggono yang Sempat Pingsan

bisnis.com
4 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono menerima telepon dari Presiden Prabowo Subianto usai pingsan di upacara pelepasan korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 pada Minggu (25/1/2026).

Dalam unggahan di akun Instagram resminya, @swtrenggono, Trenggono terlihat mengenakan kemeja putih dan jarum infus saat menerima telepon Kepala Negara RI sambil berbaring di rumah sakit. 

“Terima kasih atas perhatian dan doa masyarakat semuanya terhadap saya. Wabil khusus pak @presidenrepublikindonesia @prabowo yang menelpon langsung dan menanyakan kondisi saya hari ini,” tulis Trenggono, Minggu (25/1/2026).

Trenggono memastikan kondisinya baik-baik saja. Dia juga menyampaikan bahwa hasil observasi dokter menunjukkan tidak ada masalah kesehatan yang serius dan hanya akibat kelelahan.

“Seminggu terakhir ini memang melelahkan tidak hanya fisik tetapi mental karena keluarga besar KKP tengah ditimpa musibah kecelakaan pesawat ATR 42-500,” ujarnya.

Meski tengah mendampingi Presiden Prabowo di London dan Davos, Trenggono menegaskan komitmennya untuk tetap bersama tim KKP, termasuk menjalankan tugas sebagai inspektur upacara bagi korban.

Baca Juga

  • Menteri KKP Pingsan saat Pelepasan Jenazah Korban ATR 42-500
  • Trenggono: 3 Penumpang Pesawat ATR Indonesia Air Transport Pegawai KKP
  • Penyebab Trenggono Pingsan Saat Upacara Penghormatan Jenazah Korban ATR 42-500

“Sebagai komandan di KKP saya selalu bersama pasukan baik suka dan duka, menjadi inspektur upacara bagi mereka yang berpulang adalah wujud pendampingan terakhir.  Sekali lagi terima kasih atas doa dan dukungan semuanya,” lanjutnya.

Sebelumnya, Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono pingsan di upacara penghormatan dan pelepasan tiga jenazah pegawai KKP korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros.

Ketiga jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 adalah Ferry Irawan dan Yoga Naufal yang merupakan pegawai KKP. Serta, Capt. Andy Dahananto, pilot pesawat ATR 42-500 milik maskapai Indonesia Air Transport. 

Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf menyampaikan duka yang mendalam atas gugurnya pegawai KKP dan kru pesawat ATR dalam musibah yang terjadi.

“Hari ini kita memberikan penghormatan terakhir kepada pegawai dan seluruh kru yang gugur. Kita semua menjadi saksi bahwa para korban merupakan syuhada yang sedang bertugas menjaga sumber daya keluatan dan perikanan,” ujar Didit dalam keterangan tertulis, Minggu (25/1/2026).

Didit juga menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub), tim SAR gabungan, pemerintah daerah, serta tim Disaster Victim Identification (DVI), yang bekerja keras di lokasi untuk mencari korban, barang-barang milik penumpang, dan bagian penting pesawat. 

“Kami juga meminta maaf bila selama pelaksaan pencarian, evakuasi sampai acara pelepasan hari ini, memiliki kesalahan dan kekurangan,” ujarnya.

Pesawat ATR 42-500 dengan nomor lambung PK-THT jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (17/1/2026). Selain tiga pegawai KKP, tujuh kru pesawat milik Indonesia Air Transport juga gugur dalam peristiwa tersebut.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Viral Begal Panik Dikepung Warga hingga Lari ke Atap Rumah di Jakbar
• 21 jam laludetik.com
thumb
Buntut Penganiayaan Warga Talaud, 5 Oknum Prajurit TNI AL Diamankan
• 13 jam laludisway.id
thumb
PBB: Kengerian di Gaza Berlanjut, Warga Sipil Terus Dibunuh meski Gencatan Senjata
• 20 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Teknologi AI Tidak Bisa Gantikan Peran Guru
• 8 jam lalujpnn.com
thumb
Ketua Umum DPP Prabowo Mania 08 Dukung Keputusan Menteri Nusron Cabut HGU Sugar Group Companies
• 23 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.