Bitcoin Dekati Akhir Fase Koreksi, Intip Bocoran Arah Harga Selanjutnya

viva.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Bitcoin diperkirakan sudah mendekati akhir fase koreksi. Pandangan ini diungkapkan oleh CEO ARK Invest, Cathie Wood, yang menilai penurunan yang terjadi dalam siklus empat tahunan merupakan pelemahan paling dangkal sepanjang sejarah pergerakan aset kripto termahal ini.

Wood menambahkan, Bitcoin kemungkinan besar telah melewati sebagian besar fase penurunan dalam siklus empat tahunan yang kerap menjadi acuan investor kripto. Ia juga menepis kekhawatiran pasar bahwa Bitcoin akan menghadapi tren koreksi berkepanjangan. 

Baca Juga :
Harga Emas Hari Ini 24 Januari 2026: Produk Antam Kinclong di Akhir Pekan
5 Aset Kripto yang Paling Diburu Investor Indonesia di 2025

Ia mencatat, bullish terbaru di pasar kripto cenderung lebih 'tenang' dibandingkan lonjakan yang terjadi sebelumnya. Kondisi itu, kata Wood, ikut membatasi kedalaman koreksi yang terjadi saat ini.

"(Bitcoin) sudah cukup jauh melewati siklus penurunan ini. Kita tidak mengalami siklus naik yang signifikan menurut standar bitcoin, jadi kami pikir kita sudah cukup jauh melewati siklus turun," ungkap Wood dikutip dari Bitcoin Magazine pada Minggu, 25 Januari 2026. 

Bitcoin.
Photo :
  • The Cryptonomist

Meski demikian, Wood tidak menutup kemungkinan Bitcoin masih akan menguji level psikologis dalam jangka pendek. Ia memperkirakan harga Bitcoin berpotensi bergerak fluktuatif di kisaran US$80.000 hingga US$90.000 sebelum kembali menemukan arah yang stabil.

“Kami yakin pengujian ini akan berhasil,” katanya," tutur Wood.

Wood melanjutnya bahwa pasar mencerminkan aset yang semakin matang, bukan kelemahan struktural. Pihaknya 
memproyeksi akan ada kenaikan (rebound) setalah tren koreksi berakhir. 

“Ini adalah penurunan siklus empat tahunan yang paling dangkal dalam sejarah singkat Bitcoin. Kami optimistis pergerakan naik akan kembali terjadi,” ungkap Wood.

Lebih jauh, Wood menekankan bahwa tesis jangka panjang Bitcoin tidak semata bergantung pada fluktuasi harga jangka pendek. Ia menggambarkan Bitcoin sebagai tiga revolusi dalam satu aset.

“Bitcoin adalah sistem moneter global berbasis aturan yang bersaing dengan mata uang fiat, sebuah terobosan teknologi, sekaligus pemimpin dalam kelas aset baru. Ini adalah revolusi teknologi dan pemimpin dari aset baru," jelas Wood.

Sementara itu, pergerakan harga Bitcoin pada perdagangan terbaru menunjukkan volatilitas tinggi. Aset emas digital ini berada di zona merah sepanjang tujuh hari terakhir dengan penurunan sebesar 7,24 persen. 

Baca Juga :
Ada Mobil Murah Baru yang Siap Tantang Toyota Corolla
IHSG Ditutup Jatuh 41 Poin Jelang Akhir Pekan, Analis Soroti Tekanan Jual dan Peringatkan Dampak Perubahan MSCI
IHSG Sesi I Terkapar, Saham Konglomerasi dan Plat Merah Cerah

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Persib Perkenalkan Layvin Kurzawa Besok di GBLA
• 20 jam lalubola.com
thumb
Bima Arya Sebut Korban Longsor Bandung Barat Dapat Hunian Sementara 2 Bulan
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Longsor Susulan Masih Muncul, Pencarian Dihentikan Sementara
• 6 jam lalukompas.id
thumb
Daftar Tanggal Penting Februari 2026 Hari Besar dan Libur Nasional
• 4 jam laludetik.com
thumb
RUPS Luar Biasa Bank Banten: Susun Ulang Pengurus, Siap Melaju Lebih Kencang di 2026
• 22 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.