Jakarta, VIVA – Bitcoin diperkirakan sudah mendekati akhir fase koreksi. Pandangan ini diungkapkan oleh CEO ARK Invest, Cathie Wood, yang menilai penurunan yang terjadi dalam siklus empat tahunan merupakan pelemahan paling dangkal sepanjang sejarah pergerakan aset kripto termahal ini.
Wood menambahkan, Bitcoin kemungkinan besar telah melewati sebagian besar fase penurunan dalam siklus empat tahunan yang kerap menjadi acuan investor kripto. Ia juga menepis kekhawatiran pasar bahwa Bitcoin akan menghadapi tren koreksi berkepanjangan.
Ia mencatat, bullish terbaru di pasar kripto cenderung lebih 'tenang' dibandingkan lonjakan yang terjadi sebelumnya. Kondisi itu, kata Wood, ikut membatasi kedalaman koreksi yang terjadi saat ini.
"(Bitcoin) sudah cukup jauh melewati siklus penurunan ini. Kita tidak mengalami siklus naik yang signifikan menurut standar bitcoin, jadi kami pikir kita sudah cukup jauh melewati siklus turun," ungkap Wood dikutip dari Bitcoin Magazine pada Minggu, 25 Januari 2026.
- The Cryptonomist
Meski demikian, Wood tidak menutup kemungkinan Bitcoin masih akan menguji level psikologis dalam jangka pendek. Ia memperkirakan harga Bitcoin berpotensi bergerak fluktuatif di kisaran US$80.000 hingga US$90.000 sebelum kembali menemukan arah yang stabil.
“Kami yakin pengujian ini akan berhasil,” katanya," tutur Wood.
Wood melanjutnya bahwa pasar mencerminkan aset yang semakin matang, bukan kelemahan struktural. Pihaknya
memproyeksi akan ada kenaikan (rebound) setalah tren koreksi berakhir.
“Ini adalah penurunan siklus empat tahunan yang paling dangkal dalam sejarah singkat Bitcoin. Kami optimistis pergerakan naik akan kembali terjadi,” ungkap Wood.
Lebih jauh, Wood menekankan bahwa tesis jangka panjang Bitcoin tidak semata bergantung pada fluktuasi harga jangka pendek. Ia menggambarkan Bitcoin sebagai tiga revolusi dalam satu aset.
“Bitcoin adalah sistem moneter global berbasis aturan yang bersaing dengan mata uang fiat, sebuah terobosan teknologi, sekaligus pemimpin dalam kelas aset baru. Ini adalah revolusi teknologi dan pemimpin dari aset baru," jelas Wood.
Sementara itu, pergerakan harga Bitcoin pada perdagangan terbaru menunjukkan volatilitas tinggi. Aset emas digital ini berada di zona merah sepanjang tujuh hari terakhir dengan penurunan sebesar 7,24 persen.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/1778727/original/038740800_1511401819-20171122-PSG-Pesta-Gol-Ke-Gawang-Celtic-AP-6.jpg)

/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F01%2F25%2F9800548a68b70f6364f68372ef61785f-WhatsApp_Image_2026_01_25_at_11.12.51.jpeg)

