GenPI.co - Jumlah wisatawan asing yang mengunjungi Jepang pada 2025 mencapai rekor tertinggi.
Menurut Kementerian Perhubungan Jepang, total kedatangan wisatawan tahun lalu mencapai 42,7 juta orang, melampaui rekor 2024 yang hampir menyentuh 37 juta.
Lonjakan kunjungan terjadi seiring melemahnya nilai tukar yen.
Namun, jumlah wisatawan China pada Desember menurun 45 persen.
Penurunan ini terkait dengan komentar Perdana Menteri Sanae Takaichi yang menyebut kemungkinan intervensi militer Tokyo jika Taiwan diserang.
China menanggapi dengan keras dan mendesak warganya untuk menunda perjalanan ke Jepang.
Data menunjukkan bahwa peringatan tersebut berdampak langsung pada angka kedatangan.
"Meski pengunjung dari China menurun, jumlah wisatawan dari banyak negara lain meningkat cukup tajam, termasuk Eropa, Amerika Serikat, dan Australia," kata Menteri Transportasi Yasushi Kaneko, dilansir AFP, Sabtu (24/1).
Kaneko berharap arus wisatawan China bisa pulih dalam waktu dekat.
Kenaikan jumlah wisatawan tidak lepas dari strategi promosi pemerintah yang menonjolkan beragam objek wisata, mulai dari keindahan lereng Gunung Fuji hingga pesona kuil dan bar sushi di wilayah terpencil.
Pemerintah menargetkan 60 juta wisatawan setiap tahunnya.
Namun, agen perjalanan terbesar Jepang, JTB, memperkirakan jumlah wisatawan pada 2026 akan sedikit lebih rendah dibanding 2025 karena menurunnya permintaan dari China dan Hong Kong.
Meski begitu, pendapatan pariwisata diperkirakan meningkat seiring harga penginapan dan pengeluaran wisatawan yang lebih tinggi. (*)
Video populer saat ini:


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5333133/original/094240200_1756595773-1000642805.jpg)


