jpnn.com, BANDUNG BARAT - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto memastikan penanganan bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) dilakukan secara menyeluruh.
"Pemerintah pusat melalui BNPB memastikan seluruh masyarakat terdampak, baik korban langsung maupun warga yang kehilangan anggota keluarga, sanak saudara, tempat tinggal, dan mata pencaharian, akan ditangani secara menyeluruh," kata Suharyanto di Posko Desa Pasirlangu, Minggu (25/1/2026).
BACA JUGA: Kapendam Siliwangi Respons Kabar Puluhan Prajurit TNI Tertimbun Longsor Cisarua KBB
Penanganan dilakukan dari mulai pencarian korban yang masih belum ditemukan, memastikan korban yang mengungsi mendapatkan bantuan secara logistik mapun psikis hingga penanganan pasca bencana.
Pada tahap pascabencana, pemerintah sudah menyiapkan skema penanganan bagi warga yang saat ini berada di lokasi pengungsian sementara.
BACA JUGA: Longsor Cisarua KBB: 10 Tewas, 82 Warga Masih Hilang
Terdapat dua opsi yang disiapkan, yakni pembangunan hunian sementara (huntara) atau penempatan warga di rumah kerabatnya.
"Sebagaimana yang telah diterapkan pada penanganan bencana di daerah lain, termasuk yang saat ini masih berlangsung di Sumatera," ucap Suharyanto.
BACA JUGA: Terungkap yang Melaporkan Sudewo kepada KPK
Selain itu, pemerintah menyiapkan skema relokasi bagi warga yang tinggal di kawasan rawan bencana. Relokasi dapat dilakukan secara terpusat maupun mandiri.
Pihaknya menginstruksikan Pemkab Bandung Barat untuk mencari lahan untuk relokasi rumah warga terdampak bencana longsor itu.
"Pemerintah daerah bertugas mencari lahan yang benar-benar aman. Wakil Presiden secara khusus menekankan pentingnya kehati-hatian dalam penentuan lokasi relokasi guna menghindari risiko bencana di kemudian hari," imbuh dia.
Dalam proses tersebut, kata Suharyanto, Badan Geologi dan Pusat Mitigasi Bencana Geologi akan dilibatkan untuk melakukan kajian dan menentukan titik-titik wilayah yang masih aman untuk dihuni.
"Tidak hanya warga yang terdampak langsung oleh longsor, masyarakat yang tinggal di kawasan rawan meskipun belum terkena longsor juga akan ditindaklanjuti."
"Apabila wilayah tersebut dinilai berpotensi tinggi mengalami bencana, maka relokasi akan dilakukan sebagai langkah pencegahan," ujarnya.
Berdasarkan laporan yang dihimpun dari Posko Desa Pasirlangu, longsor yang terjadi pada Sabtu (24/1/2026) dini hari itu menerjang sekitar 30 rumah berisi 34 kepala keluarga (KK) dengan 113 jiwa yang tersebar di di Kampung Pasir Kuning RT 05/11 dan Pasirkuda RT 01/10. (mcr27/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Jenguk Pengungsi Korban Longsor Cisarua KBB, Wapres Gibran Minta MaafÂ
Redaktur : Rah Mahatma Sakti
Reporter : Nur Fidhiah Sabrina




