jpnn.com, SUKABUMI - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menyampaikan orasi politik dalam peresmian Klinik Waluya Sejati Abadi dan rangkaian HUT partai ke-53 di Sukabumi, Minggu (25/1). Ia menyampaikan pesan khusus dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri tentang makna tema HUT tahun ini.
"Ibu Mega menyampaikan pesan bahwa seluruh rangkaian peringatan HUT ke-53 ini menggambarkan suatu perisai moral, benteng moral bagi PDI Perjuangan untuk terus berjuang menegakkan kebenaran. Kebenaran yang kita perjuangkan adalah kebenaran ideologis, kebenaran berdasarkan jalan konstitusi, kebenaran pada jalan hukum yang berkeadilan, dan kebenaran berdasarkan mandat aspirasi dari rakyat Indonesia," ujar Hasto di hadapan ratusan kader.
BACA JUGA: PDIP Hidupkan Kembali Klinik Wong Cilik di Sukabumi, Biaya Rp50 Ribu
Hasto menekankan bahwa suara kemanusiaan partai harus berada di atas kalkulasi politik elektoral. "Suara kemanusiaan kita berbicara jauh di atas kalkulasi hitung-hitungan urusan elektoral politik. Ketika untuk gerak kemanusiaan saja ada yang menghambat-hambat, maka sekali lagi mereka tidak memahami makna hakiki dari kemanusiaan tersebut. Selama rakyat menderita, kita wajib hadir di tengah mereka," tegasnya.
Ia menyebut kehadiran Klinik Waluya Sejati Abadi sebagai wujud politik kesehatan yang progresif. "Hadirnya klinik ini akan menjadi bagian dari tangan kiri partai kita untuk bersikap progresif di dalam menyelamatkan rakyat. Sedangkan tangan kanan partai adalah manajemen pelayanan tanpa diskriminasi. Di klinik ini, rakyat tidak ditanya berapa kekayaanmu, tetapi rakyat ditanya apa penyakitmu dan kita memberikan pelayanan tanpa diskriminasi," jelas Hasto.
BACA JUGA: PDIP Gelar Natal Nasional Bersama Warga Terdampak Bencana, Berbagi Pengharapan dan Sukacita
Komitmen terhadap kesehatan rakyat langsung disambut oleh Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki. Ia mengumumkan penghapusan retribusi kesehatan di wilayahnya. "Apa yang tadi disampaikan oleh Mbak Ning (dr. Ribka Tjiptaning), untuk Januari 2026 ini tidak ada lagi namanya retribusi untuk klinik maupun Puskesmas. Tidak boleh ada lagi. Jadi tidak ada retribusi untuk kesehatan, dan memang itu sudah saya berlakukan sejak tanggal 1 Januari 2026. Insya Allah, Mbak, tidak ada lagi," kata Ayep Zaki.
Wali Kota juga berkomitmen mendukung klinik tersebut dengan kontribusi pribadi. "Wali kota yang sekarang berkomitmen untuk menyelesaikan hak-hak dasar masyarakat Kota Sukabumi, dan itu sejalan juga dengan PDI Perjuangan," tambahnya, sambil menyatakan akan menyumbang Rp30 juta per tahun dari dana pribadi serta mengawal peningkatan kelas klinik.
BACA JUGA: Pulung PDIP Dorong Pemerintah Optimalkan Perlindungan PMI di Kamboja
Acara tersebut turut dihadiri oleh sejumlah tokoh partai, termasuk dr. Ribka Tjiptaning (Ketua DPP Bidang Kesehatan), Ono Surono (Ketua DPD Jawa Barat), dan pimpinan DPC PDIP Kota serta Kabupaten Sukabumi. (tan/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Legislator PDIP: Nasib Guru dan Nakes Harus Disetarakan dengan Pegawai SPPG
Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga




