Davos: Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan ambisinya untuk mengakselerasi kemajuan sepak bola nasional saat bertemu dengan legenda sepak bola dunia, Zinedine Zidane. Pertemuan yang berlangsung di sela rangkaian World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss tersebut, menjadi momentum bagi Kepala Negara untuk mendiskusikan masa depan Tim Nasional (Timnas) Indonesia.
"Dalam pertemuan sekitar 45 menit itu, Presiden Prabowo menyampaikan keinginan besarnya untuk terus memajukan sepak bola Tanah Air dan Tim Nasional," ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dalam keterangan resminya, dikutip dari Antara, Minggu, 25 Januari 2026.
Baca Juga :
Prabowo Telepon Trenggono yang Pingsan saat UpacaraDalam diskusi santai namun mendalam tersebut, Prabowo memaparkan rencana strategis pembangunan infrastruktur olahraga di Tanah Air. Salah satunya adalah target agar setiap sekolah baru yang dibangun memiliki fasilitas lapangan sepak bola yang dapat diakses oleh siswa maupun anak-anak di lingkungan sekitar.
Tak hanya soal infrastruktur, Prabowo secara khusus meminta pandangan teknis dari peraih trofi Piala Dunia 1998 tersebut mengenai sistem pembinaan usia dini. Ia berharap masukan dari Zidane dapat menjadi referensi bagi pertumbuhan sepak bola Indonesia agar mampu bersaing di kancah internasional.
"Presiden Prabowo juga meminta masukan dan saran sang maestro Zidane terhadap perkembangan sepak bola nasional," tambah Teddy.
Putra Presiden RI Prabowo Subianto Ragowo Hediprasetyo Djojohadikusumo (kiri) melakukan swafoto untuk mengabadikan momen pertemuan sang ayah dengan legenda sepakbola Prancis, Zinedine Zidane dan putranya Theo Zidane di Davos, Swiss. ANTARA/HO-@prabowo
Pertemuan ini terjadi setelah Prabowo memberikan pidato kunci yang memukau di hadapan para pemimpin global mengenai konsep Prabowonomics. Strategi ekonomi inklusif tersebut menekankan pada penguatan sumber daya manusia, termasuk melalui program makan bergizi gratis serta hilirisasi industri untuk menjamin kesejahteraan rakyat.
Kehadiran Prabowo di Davos tahun ini menandai kembalinya kepemimpinan Indonesia di panggung ekonomi dunia setelah absen selama satu dekade. Dengan mempromosikan peran Badan Pengelola Investasi Danantara, Prabowo menegaskan komitmen RI sebagai mitra strategis global yang mandiri dan berdaya saing.


