Bisnis.com, JAKARTA - Ajang Daihatsu Indonesia Masters 2026 sudah berakhir, Indonesia gagal memenuhi target dari PBSI untuk meraih setidaknya 2 gelar dari ajang yang masuk kategori BWF World Tour Super 500 ini.
Gelar juara untuk Tanah Air diraih oleh tunggal putra Alwi Farhan. Rising star asal Solo, Jawa Tengah, ini menang atas wakil Thailand Panitchaphon Teeraratsakul dengan skor telak 21-5 dan 21-6.
Sementara itu, Malaysia justru mendominasi Indonesia Masters 2026 dengan memenangi 3 kategori.
Gelar pertama Malaysia diraih di sektor ganda campuran oleh Chen Tang Jie dan Toh Ee Wei. Peringkat 4 dunia itu mengalahkan peringkat 11 dunia asal Denmark Mathias Christiansen dan Alexandra Boje dengan skor 21-15, 17-21 dan 11-21.
Adapun gelar kedua Negeri Jiran diraih pasangan ganda putri Malaysia Tan Pearly/Thinaah Muralitharan yang menang tanpa bertanding.
Pearly/Muralitharan menang Walk Out (WO) atas pasangan Jepang Arisa Igarashi/Miyu Takahashi yang mundur karena sakit sebelum laga final.
Baca Juga
- Kalah Straight Game, Raymond/Joaquin Gagal Raih Gelar Juara di Indonesia Masters 2026
- Raih Gelar Perdana di Daihatsu Indonesia Masters 2026, Alwi Fahran: Modal Positif di Thailand Masters
- Drama Straight Game Alwi Farhan Rebut Juara Tunggal Putra Indonesia Masters 2026
Sedangkan gelar ketiga diraih Malaysia melalui pasangan ganda putra Goh Sze Fei/Nur Izzuddin yang menaklukkan pasangan tuan rumah Raymond Indra/Nikolaus Joaquin dengan skor 21-19 dan 21-13.
Adapun di sektor tunggal putri, pebulu tangkis asal China Chen Yu Fei menjadi jawara usai menaklukkan Pitchamin Opatniputh asal Thailand dengan skor 23-21 dan 21-13.
Sebelumnya, Pengurus Besar Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PB PBSI) yakin Indonesia bisa meraih hasil maksimal di kandang sendiri.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Eng Hian mengatakan sudah mempersiapkan tim secara matang dalam program tiap sektor.
"PBSI menargetkan 2 gelar juara, dengan sektor ganda putra masih jadi andalan untuk meraih target. Beberapa sektor, khususnya ganda putra, memiliki peluang yang relatif lebih besar berdasarkan performa, kedalaman skuad, dan stabilitas pasangan," tutur Eng Hian.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482990/original/045613800_1769313595-Wakil_Kepala_BGN_bidang_Komunikasi_Publik_dan_Investigasi_Nanik_Sudaryati_Deyang_memberikan_pengarahan_kepada_para_Kepala_SPPG_se-Kabupaten_Banyuwangi.jpeg)



