Kepala SPPG Wajib Rutin ke Sekolah, Pastikan Penerima Manfaat dan Cek Perkembangan Siswa

liputan6.com
3 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi Nanik Sudaryati Deyang mengingatkan Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), bahwa mereka harus rajin berkunjung ke sekolah-sekolah penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) dari SPPG-nya.

Selain berkoordinasi dengan para guru, mereka juga bisa langsung mendata dan memastikan jumlah penerima manfaat MBG yang riil dari dapur mereka sendiri, serta melihat perkembangan anak-anak penerima manfaat.

Advertisement

Nanik menegaskan tentang kewajiban Kepala SPPG untuk berkunjung ke sekolah-sekolah penerima manfaat itu saat memberikan pengarahan kepada para Kepala SPPG se Kabupaten Banyuwangi, dalam acara Koordinasi dan Evaluasi bersama Forkompimda, Kasatpel, Yayasan, Mitra, Korwil, dan seluruh Kepala SPPG, di Kota Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu, 24 Januari 2026. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas, hadir dalam acara itu.

Nanik mengaku sangat sedih dengan viralnya berita tentang SDN 1 Batuporo Timur, di Dusun Pandiyan, Desa Batuporo Timur, Kecamatan Kedungdung, Sampang, Madura, Jawa Timur. Dalam video viral itu, disebutkan bahwa sekolah itu menerima jatah MBG sebanyak 63 porsi, meskipun tidak ada aktivitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) karena tidak memiliki siswa. Parahnya lagi, salah satu ruang kelas di sekolah itu disebut dipakai untuk berkaraoke.

Hasil temuan sementara, sekolah itu semula memiliki 12 orang siswa laki-laki, dan 21 orang siswa perempuan, sementara guru yang mengajar mereka sebanyak 7 orang. Namun, dalam perkembangan selanjutnya, para siswa kemudian memilih belajar di Madrasah, dan hanya pada hari Jumat datang ke sekolah itu.

Munculnya berita viral tentang sekolah kosong itu menimbulkan asumsi bahwa BGN lemah dalam hal data. Padahal, jarak SPPG dengan sekolah itu hanya berjarak sekitar 10 menit. Tapi karena Kepala SPPG tidak pernah datang ke sekolah itu, sementara jatah MBG tidak langsung diantarkan ke sekolah dengan alasan lewat pekarangan warga, akhirnya mereka tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. “Ini karena SPPG malas, dan tidak mengecek ke lapangan,” kata Nanik.

Karena itulah, Ketua Harian Tim Koordinasi Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis itu mewajibkan para kepala SPPG untuk datang ke sekolah-sekolah penerima manfaat dari SPPGnya, maupun ke posyandu, untuk berkoordinasi, dan mendapatkan data yang paling up to date. “Jangan sampai terulang kasus seperti yang di Madura itu,” ujarnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Indonesia Masters 2026: Rachel/Febi Ditendang Wakil Jepang
• 19 jam lalumedcom.id
thumb
Zelenskyy Mengkritik Keras Eropa karena Dianggap “Tersesat” Hingga Seperti Tumpukan Pasir yang Terhampar
• 17 jam laluerabaru.net
thumb
Selesaikan Kunker di Eropa, Presiden Prabowo Tiba di Indonesia
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
SIM Keliling Minggu 25 Januari 2026: Ini Dua Lokasi Layanan di Jakarta dan Tangsel
• 8 jam laluviva.co.id
thumb
Refly Harun Sayangkan KPU Tidak Pernah Melakukan Verifikasi Keaslian Ijazah, Dian Sandi Bilang Begini
• 22 jam lalufajar.co.id
Berhasil disimpan.