EtIndonesia. Baru-baru ini, Partai Komunis Tiongkok (PKT) menggelar rapat pejabat tingkat provinsi dan kementerian di Beijing. Sejumlah pejabat tinggi diketahui tidak hadir, termasuk Wakil Ketua Komisi Militer Pusat PKT Zhang Youxia serta mantan Sekretaris Partai Xinjiang Ma Xingrui.
Berbagai sumber membocorkan bahwa Zhang Youxia telah “mengalami masalah”, memicu perhatian luas terhadap perebutan kekuasaan di tingkat tertinggi PKT.
Pengamat politik independen Cai Shenkun, pada 23 Januari, kembali menulis di platform X bahwa kabar penangkapan Zhang Youxia dan 17 jenderal senior lainnya adalah “sepenuhnya akurat”. Mereka yang disebut termasuk Jenderal Liu Zhenli, Jenderal Xiao Tianliang, dan Letnan Jenderal Zhong Shaojun.
Operasi penangkapan tersebut disebut melibatkan Biro Pengamanan Khusus Kementerian Keamanan Publik, Biro Pengawal Pusat, serta Komisi Disiplin Pusat (CCDI). Cai menyebutnya sebagai “pemberontakan militer kelas berat”, dan mengatakan akan ada gelombang penangkapan perwira militer berikutnya.
Sebelumnya, berbagai bocoran juga menyebutkan bahwa Zhang Youxia beserta keluarganya telah ditangkap.
Namun, mengingat sistem PKT yang tertutup dan serba rahasia, informasi ini masih belum dapat diverifikasi.
Para analis menilai bahwa apakah Zhang Youxia benar-benar bermasalah masih perlu diamati. Akan tetapi, ramainya rumor seputar tokoh-tokoh militer dan politik tingkat tinggi mencerminkan bahwa Sidang Pleno Komisi Disiplin tahun ini sangat tidak biasa, dan pertarungan internal PKT telah mencapai titik tegang dan terbuka.
“Ketidakhadiran satu kali dalam rapat yang sebenarnya tidak wajib dihadiri, tidak bisa langsung membuktikan bahwa Zhang Youxia bermasalah. Namun mengapa isu ini dibesar-besarkan oleh opini publik? Dari satu sisi, ini justru menunjukkan bahwa konflik internal PKT sudah berada pada tahap saling menodongkan senjata dan telah menjadi terbuka,” ujar pengamat independen senior sekaligus pengelola kanal Vision Times Commentary, Tang Jingyuan.
Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa Sidang Pleno CCDI tahun ini berbeda dari biasanya, karena kemungkinan dimulai dengan kasus besar yang melibatkan Ma Xingrui, tokoh inti dari apa yang disebut ‘faksi Xi Jinping’. Hal ini dipandang sebagai sinyal kuat dimulainya pembersihan terhadap kubu Xi.
Dalam konteks ini, media resmi PKT pada Kamis memuat pernyataan seperti “menyasar ke dalam dengan pisau tajam” dan “membersihkan unsur-unsur perusak tanpa kompromi”.
“Kalimat seperti ‘menyasar ke dalam’, ‘bertempur keras’, pada dasarnya adalah mengibarkan bendera merah untuk melawan bendera merah—memanfaatkan kekuatan Xi Jinping sendiri untuk menyerang Xi Jinping. Inilah yang kita lihat dari kelompok anti-Xi,” tambah Tang Jingyuan.
“Mereka memanfaatkan kampanye anti-korupsi, yang sebelumnya digunakan Xi untuk merebut kekuasaan dan membersihkan lawan politik. Sekarang, kelompok anti-Xi menggunakan cara yang sama untuk menyerang faksi Xi,” jelasnya.
Komentator politik Li Linyi menyatakan: “Rumor-rumor ini bukan tanpa dasar. Pasti ada konflik internal yang telah memuncak, namun tidak bisa disampaikan secara terbuka. Karena itu, media corong partai menerbitkan artikel-artikel yang ambigu dan penuh isyarat.”
Analisis juga menunjukkan bahwa kampanye ‘anti-korupsi’ besar-besaran PKT yang berlangsung bertahun-tahun, di satu sisi mengungkap meluasnya korupsi di semua tingkat, dan di sisi lain menyingkap masalah struktural berupa konflik internal yang tak berkesudahan.
Ketua Partai Sosial Demokrat Tiongkok, Liu Yinquan, mengatakan: “Orang-orang yang ditangkap itu sebenarnya bukan karena korupsi. Penangkapan tersebut pada dasarnya adalah perjuangan internal antar faksi.”
Li Linyi menambahkan: “Ini juga menunjukkan bahwa korupsi bukan sekadar masalah mendasar, melainkan bahwa seluruh partai itu sendiri sudah membusuk.”
Laporan wawancara oleh reporter New Tang Dynasty Television, Chen Yue dan Chang Chun.



