tvOnenews.com - Justin Gaethje berhasil merebut sabuk Interim UFC setelah menaklukkan Paddy Pimblett dalam pertarungan lima ronde yang digelar di T-Mobile Arena, Amerika Serikat, pada Minggu (25/1/2026) siang WIB.
Dalam UFC 324, Gaethje tampil dominan, terutama dalam adu striking, hingga membuat lawannya, yang dijuluki “The Baddy”, berdarah. Hasilnya, Gaethje menang melalui keputusan bulat para juri dengan skor 48-47, 49-46, dan 49-26.
Sementara itu, Ilia Topuria menanggapi kekalahan Paddy Pimblett dengan kritikan pedas. Ia menilai rivalnya telah menyia-nyiakan kesempatan meraih bayaran terbesar dalam hidupnya setelah kalah dari Gaethje.
Sebelumnya, rencana semula adalah Topuria (17-0 MMA, 9-0 UFC) mempertahankan gelar kelas ringan melawan Pimblett (23-4 MMA, 7-1 UFC) pada pertandingan Sabtu di Las Vegas.
Namun, karena Topuria mengambil cuti karena masalah pribadi, tercipta pertarungan perebutan gelar interim antara Gaethje (27-5 MMA, 10-5 UFC) dan Pimblett di T-Mobile Arena.
Kemenangan mutlak Gaethje membuat Pimblett menderita kekalahan pertamanya di UFC dan kehilangan peluang untuk menghadapi Topuria dalam pertarungan penyatuan gelar.
Setelah duel tersebut, Topuria mengingatkan Pimblett tentang realita ini dan sekaligus mengirim peringatan untuk Gaethje melalui akun X miliknya:
“Sosis kecil, satu-satunya yang harus kamu lakukan hanyalah mengalahkan pria berusia 38 tahun. Tapi kamu justru kalah dan kehilangan gaji terbesar dalam hidupmu. Seharusnya kamu bisa kaya kalau menang. Justin, yang bisa kukatakan hanyalah selamat… dan aku ingin bilang bersiaplah, tapi sebenarnya kamu tidak punya kesempatan, apapun yang terjadi,” tulis Ilia Topuria.
Topuria sebelumnya menyatakan niatnya untuk kembali bertarung antara April hingga Juni. CEO UFC, Dana White, juga mengisyaratkan jangka waktu serupa setelah UFC 324. Sementara itu, Gaethje menegaskan keinginannya agar pertarungan penyatuan gelar melawan Topuria bisa berlangsung di “Gedung Putih UFC”.



