Bisnis.com, JAKARTA — PT Mitra Pack Tbk. (PTMP) melakukan divestasi anak usahanya PT Master Print Tbk. (PTMR) kepada Deep Source Ptd. Ltd., (DS) dengan nilai transaksi Rp141,45 miliar atau sebanyak 1,45 miliar saham yang mewakili 76,42% kepemilikan perseroan.
Melansir keterbukaan informasi, Minggu (25/1/2026), transaksi akuisisi PTMR dilakukan dalam rangka pengelolaan portofolio investasi secara optimal serta penguatan struktur permodalan perseroan.
“Transaksi ini dilakukan berdasarkan pertimbangan komersial yang wajar [arm’s length transaction] dan diyakini dapat memberikan manfaat ekonomi bagi perseroan, antara lain berupa peningkatan likuiditas, efisiensi pengelolaan aset, serta penguatan posisi keuangan perseroan,” tulis manajemen, Minggu (25/1/2026).
PTMR merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang perdagangan besar mesin, peralatan, dan perlengkapan lainnya, serta perdagangan besar produk lainnya yang tidak dapat diklasifikasikan di tempat lain.
Selain itu, PTMR juga memiliki aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi mesin, peralatan, dan barang berwujud lainnya yang tidak dapat diklasifikasikan di tempat lain, perdagangan besar suku cadang elektronik dan besar bahan serta barang kimia. Kepemilikan PTMR sebesar 0,77% digenggam oleh Ardi Kusuma, dan sisanya sebesar 22,81% dimiliki publik.
Sementara itu, Deep Source Pte. Ltd merupakan perusahaan asal Singapura yang bergerak di lini usaha perdagangan komoditas bijih besi, bijih nikel, bijih krom dan bijih mangan. Perusahaan ini merupakan anak usaha langsung dari Deep Source Holdings Limited yang menggenggam 100% saham.
Dalam keterbukaan informasi ini, PTMP juga mengumumkan transaksi pembelian aset tetap milik Ardi Kusuma senilai Rp37,43 miliar, dan melakukan pembelian aktiva dan kewajiban atas PTMR sebesar Rp102,18 miliar.
Manajemen menjelaskan, transaksi pembelian aset tetap dilakukan dalam rangka mendukung kegiatan efektivitas kegiatan operasional dan optimalisasi penggunaan aset. Aset yang akan diperoleh oleh perseroan memiliki nilai strategis serta relevan dengan kebutuhan usaha perseroan saat ini dan di masa yang akan datang.
Sementara itu, transaksi pembelian aktiva dan kewajiban PTMR dilakukan sebagai salah satu langkah strategis perseroan dalam rangka restrukturisasi internal untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi kegiatan usaha perseroan secara keseluruhan serta dalam kaitannya dengan transaksi akuisisi PTMR.
Pelaksanaan transaksi ini juga bertujuan untuk menyatukan pengelolaan bisnis, aset dan kewajiban yang sebelumnya berada dimiliki oleh PTMR agar dapat dikelola secara langsung oleh PTMP, sehingga struktur operasional dan keuangan perseroan menjadi lebih optimal dan terintegrasi.
Pelaksanaan transaksi akuisisi PTMR disepakati dalam perjanjian jual beli saham (Conditional Shares Purchase and Agreement) tanggal 11 November 2025 yang dibuat antara PTMP dan Ardi Kusuma selaku penjual dan Deep Source Pte. Ltd. selaku pembeli, kemudian diubah dengan Adendum Perjanjian Jual Beli Saham dalam PT Master Print Tbk. tertanggal 22 Januari 2026.
Sementara itu, pelaksanaan transaksi pembelian aset tetap milik Ardi Kusuma disepakati dalam perjanjian induk tertanggal 23 Januari 2026. Di sisi lain, pelaksanaan transaksi pembelian aktiva dan kewajiban PTMR dituangkan dalam perjanjian induk tertanggal 23 Januari 2026.
Adapun, RUPSLB mengenai rencana transaksi akuisisi PTMR dan RUPSLB Independen mengenai transaksi pembelian aset tetap dan transaksi pembelian aktiva dan kewajiban akan diadakan pada tanggal 3 Maret 2026 pada tempat dan waktu yang akan diperincikan pada Pemanggilan RUPSLB dan RUPSLB Independen yang akan disampaikan pada tanggal 9 Februari 2026.
“Perseroan meyakini bahwa pelaksanaan rencana transaksi ini akan memberikan manfaat ekonomi bagi perseroan, antara lain berupa peningkatan efisiensi operasional, penyederhanaan struktur organisasi, serta penguatan posisi keuangan perseroan secara konsolidasi,” kata manajemen.
Menilik gerak saham emiten di lantai bursa, PTMP ditutup melemah 3,33% ke Rp87 pada perdagangan Jumat (23/1/2026). Kendati terkoreksi, level harga dalam penutupan perdagangan tersebut mencerminkan pertumbuhan 4,82% secara year-to-date (YtD).
---
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





