Grid.ID - Aurelie Moeremans memiliki bukti tambahan usai buku Broken String viral. Apakah sang artis siap tempuh jalur hukum?
Kisah masa lalu aktris Aurelie Moeremans masih menjadi sorotan publik. Bukan karena sensasi, melainkan karena keberaniannya merilis sebuah novel berjudul Broken Strings yang mengangkat isu child grooming.
Tak main-main, kasus yang tersirat dalam novel tersebut kini mendapatkan atensi serius dari DPR RI. Bahkan telah memunculkan babak baru yang lebih menegangkan bagi pihak "tokoh masa lalu" Aurelie.
Wanita 32 tahun itu mengungkapkan bahwa anggota DPR RI Komisi 13, Rieke Diah Pitaloka, secara khusus membahas bukunya. Rieke menyoroti adanya dugaan pihak-pihak yang mencoba melakukan endorsement atau menormalisasi praktik child grooming di media.
"Beliau (Rieke Diah Pitaloka) merasa bahwa pihak yang ngerasa terikat dengan buku aku, sedang melakukan normalisasi child grooming di media. Dan beliau tuh sangat tidak terima," kata Aurelie Moeremans dalam video di channel YouTube pribadinya yang Grid.ID kutip, Minggu (25/1/2025).
Meski Aurelie tidak menyebut nama secara gamblang dalam videonya, netizen yang jeli langsung mengaitkan kisah dalam novel tersebut dengan mantan pasangan Aurelie, aktor Roby Tremonti.
Sebagaimana diketahui, kisah cinta masa lalu Aurelie dan Roby sempat menghebohkan publik sekitar tahun 2010 silam, di mana saat itu usia Aurelie masih belasan tahun. Dalam videonya, Aurelie menyindir sosok tokoh dalam bukunya yang kini sibuk melakukan siaran langsung (live) di media sosial dengan nada intimidatif.
"Begitu buku aku keluar, sudah ada satu pihak yang sibuk live di sosial media dan mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang menurut aku sangat intimidatif," tutur Aurelie.
Lebih lanjut, viralitas buku Broken Strings juga memancing para saksi lain untuk buka suara. Aurelie mengaku, setelah bukunya meledak di pasaran, ia dihubungi oleh beberapa orang yang memberikan bukti-bukti baru terkait perilaku tokoh masa lalu. Bukti-bukti ini adalah kepingan yang dulu tidak dimiliki Aurelie saat ingin memproses kasusnya secara hukum bersama orang tuanya.
"Semenjak buku aku keluar, ada beberapa orang yang kontak aku, dan kasih aku bukti-bukti yang tadinya aku nggak punya. Mungkin itu pertanda, who knows? Kita lihat aja," tutur Aurelie.
Bintang film Story of Kale itu menegaskan bahwa awalnya ia tidak berniat membawa masalah ini kembali ke ranah hukum. Ia hanya ingin sembuh dari trauma.
Namun, sikap pihak seberang yang terus melakukan intimidasi hingga dugaan menyewa buzzer untuk menjatuhkan namanya, membuat Aurelie berpikir ulang. Dengan dukungan bukti baru dan atensi dari DPR, posisi Aurelie kini jauh lebih kuat dibandingkan saat ia masih berusia 16 tahun.
"Kalau ancaman dan intimidasi tetap berlanjut terus, mungkin sebaiknya aku nggak diam aja kayak dulu ya," tegasnya.
"Nanti dia makin serem dong, nanti makin diancam dong aku. Atau kalau memang dia bisa masuk penjara tapi cuma sebentar, nanti keluarnya makin serem dong," tandas Aurelie.
Adapun novel yang awalnya dirilis dalam versi Bahasa Inggris dan kini tersedia dalam Bahasa Indonesia ini mendadak viral dan telah dibaca lebih dari 23 juta kali secara daring. Curahan hati Aurelie yang awalnya hanya diniatkan sebagai diary untuk penyembuhan luka batin, kini justru memicu gelombang perlawanan terhadap isu child grooming di Indonesia. (*)
Artikel Asli




