Penulis: Kunta Bayu Waskita
TVRINews - Paramaribo, Suriname
Kehadiran sosok Henk ten Cate menjadi magnet kuat bagi para pemain keturunan Belanda–Suriname yang selama ini ragu untuk berkomitmen.
Memasuki Januari 2026, antusiasme sepak bola di Suriname mencapai titik tertinggi sepanjang sejarah.
Setelah memastikan tempat di babak Intercontinental Play-Off (antarkonfederasi), federasi sepak bola mereka, Surinaamse Voetbal Bond (SVB), kini berpacu dengan waktu untuk memperkuat komposisi tim.
Berada di bawah arahan pelatih veteran asal Belanda, Henk ten Cate, Suriname secara agresif mendekati sejumlah pemain elite keturunan yang bermain di liga-liga top Eropa.
Tujuannya jelas, guna memperbesar peluang menembus putaran final Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada pada 11 Juni–19 Juli 2026.
Kehadiran sosok Henk ten Cate menjadi magnet kuat bagi para pemain keturunan Belanda–Suriname yang selama ini ragu untuk berkomitmen.
Fokus utama SVB saat ini adalah menyelesaikan proses administrasi para pemain incaran agar dapat segera didaftarkan sebelum laga krusial melawan Bolivia pada babak play-off, Maret mendatang.
Berikut daftar pemain keturunan dari liga-liga Eropa yang masuk radar utama Suriname per Januari 2026:
1. Danilho Doekhi (FC Union Berlin)
Bek tengah tangguh berusia 27 tahun yang bermain di Bundesliga ini menjadi target prioritas utama Henk ten Cate.
Dokumen perpindahan federasinya dari Belanda tengah diproses secara intensif agar ia bisa memimpin lini pertahanan Suriname saat menghadapi Bolivia pada play-off Maret 2026.
“Saya memang memiliki kontak dengan Suriname. Ada pembicaraan yang sedang berlangsung,” kata Doekhi, dikutip dari FCUpdate.nl.
“Saya tidak menutup kemungkinan itu, tetapi saya belum membuat keputusan final. Saya melihatnya sebagai opsi yang serius,” ucapnya.
2. Joel Piroe (Leeds United)
Striker tajam yang berkarier di Inggris ini menjadi incaran Suriname untuk menambah daya gedor.
Keberhasilan Suriname menembus fase play-off interkontinental menjadi daya tarik utama bagi Piroe, 26 tahun, untuk beralih dari Timnas Belanda ke Suriname.
Ia juga tidak keberatan untuk pindah federasi dari Belanda ke Suriname.
“Saya memikirkannya dengan sangat matang. Saya melihat kilatan kebanggaan di mata ayah saya, sesuatu yang akan membuatnya sangat bangga,” ujar Piroe, dikutip dari laman resmi Leeds United.
“Dan saya benar-benar ingin menuliskan sejarah bersama Suriname,” ia menambahkan.
3. Ryan Flamingo (PSV Eindhoven)
Pemain serbaguna berusia 23 tahun yang dapat bermain sebagai bek tengah maupun gelandang bertahan.
SVB terus memantau situasi Flamingo di PSV, mengingat ia memiliki profil fisik yang sangat dibutuhkan untuk menghadapi lawan-lawan berkarakter kuat di babak play-off.
4. Kian Fitz-Jim (Ajax Amsterdam)
Gelandang muda dengan teknik tinggi yang memiliki latar belakang keturunan beragam (Suriname, Indonesia, dan Tiongkok).
Meski baru berusia 22 tahun, kemampuannya dalam mengatur ritme permainan di Ajax membuatnya masuk dalam daftar pantauan khusus staf kepelatihan Suriname.
5. Tijjani Noslin (Lazio)
Penyerang yang tengah naik daun di Serie A Italia. Hingga kini, Noslin belum pernah mendapatkan panggilan dari Timnas Belanda senior alias Oranje.
Hal tersebut membuat Suriname mencoba melakukan pendekatan untuk meyakinkan pemain berusia 26 tahun ini sebelum pendaftaran skuad play-off ditutup.
6. Jayden Oosterwolde (Fenerbahce)
Bek kiri berusia 24 tahun dengan kecepatan tinggi ini dianggap sebagai solusi ideal untuk menambal sisi kiri pertahanan yang ditinggalkan Kenneth Paal akibat akumulasi kartu pada laga pertama play-off.
Namun, Oosterwolde yang juga memiliki darah Indonesia pernah menegaskan bahwa dirinya hanya tertarik memperkuat Timnas Belanda.
“Ya, masih menjadi mimpi saya untuk bermain bagi Timnas Belanda, meskipun ibu saya berasal dari Indonesia dan ayah saya dari Suriname,” ujar Oosterwolde melalui kanal YouTube A Spor.
Editor: Kunta Bayu Waskita




