FAJAR, JAKARTA – Manchester United (MU) dilaporkan siap bersaing sengit di bursa transfer demi mengamankan tanda tangan Adam Wharton sebagai suksesor Casemiro.
Langkah ambisius ini memicu “perang” transfer dan saling jegal. Melibatkan klub raksasa lain seperti Liverpool, Manchester City, hingga Real Madrid. Mereka juga menginginkan jasa bintang muda Inggris milik Crystal Palace tersebut.
Keputusan manajemen Setan Merah untuk mengejar Wharton diambil setelah Casemiro dipastikan akan angkat kaki dari Old Trafford pada akhir musim nanti.
Gelandang asal Brasil tersebut memilih untuk tidak mengaktifkan klausul perpanjangan kontraknya, meninggalkan lubang besar di lini tengah MU.
Sir Jim Ratcliffe melihat Wharton bukan sekadar pengganti sementara, melainkan pilar jangka panjang dalam proyek pembangunan kembali identitas MU. Gelandang berbakat ini dinilai memiliki profil yang tepat untuk menjadi pusat permainan tim di masa depan.
Meski MU bergerak cepat, jalan mereka tidak akan mudah. Adam Wharton, yang akan genap berusia 22 tahun pada 6 Februari mendatang, telah memikat perhatian elite Eropa berkat kemampuannya mendikte tempo permainan.
Manchester United jelas akan memproyeksikan Wharton sebagai pengganti utama Casemiro.
Sedangkan Real Madrid disebut sebagai rival paling berbahaya bagi MU dalam kesepakatan ini.
Liverpool & Man City juga serius. Kedua tim ini terus memantau situasi untuk memperkuat kedalaman lini tengah mereka.
Sementara Chelsea sudah memasukkan namanya dalam daftar klub yang mulai menjajaki kontak.
Minat besar dari Real Madrid kabarnya didorong oleh keinginan Thomas Tuchel (yang diproyeksikan memimpin tim di Piala Dunia 2026) untuk memiliki gelandang dengan visi bermain seperti Wharton.
Mengapa Adam Wharton Diperebutkan?
Munculnya nama Adam Wharton sebagai komoditas terpanas di bursa transfer musim panas mendatang bukanlah tanpa alasan.
Wharton memiliki atribut yang jarang dimiliki pemain seusianya: ketenangan luar biasa di bawah tekanan dan akurasi operan progresif yang tinggi. Ia adalah tipe gelandang “metronom” yang mampu mengubah transisi bertahan ke menyerang dengan satu sentuhan.
Bagi klub Inggris seperti MU, Liverpool, dan Man City, merekrut Wharton sangat menguntungkan untuk kuota pemain homegrown. Di sisi lain, usianya yang masih sangat muda memberikan jaminan nilai investasi jangka panjang yang stabil bagi pemilik klub.
Setelah melepas Marc Guehi ke Manchester City, Crystal Palace dipastikan akan mematok harga selangit untuk Wharton.
Keengganan Palace menjualnya di bursa transfer musim dingin (Januari) justru meningkatkan tensi persaingan di musim panas, yang kemungkinan besar akan memicu perang harga (bidding war) antar klub raksasa.
Di bawah kepemimpinan baru, MU membutuhkan pemain yang bisa “mengatur” sirkulasi bola, sesuatu yang mulai hilang dari performa Casemiro musim ini.
Wharton adalah kepingan puzzle yang cocok dengan gaya main cepat namun terukur yang ingin dibangun Ratcliffe di Old Trafford. (*)




