Kebagian Kuota 700 Ribu Kiloliter, Bulog Salurkan Minyakita Langsung ke Pengecer

jpnn.com
2 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Perum Bulog kebagian mendistribusikan 70 persen atau setara 700 ribu kiloliter per tahun, dari total mandat 35 persen Domestic Market Obligation (DMO) kuota Minyakita yang harus dialokasikan BUMN Pangan.

Direktur Bisnis Bulog, Febby Novita menyatakan terdapat perubahan skema distribusi minyak goreng di bawah naungannya.

BACA JUGA: Kemendag Janji Minyakita Turun Harga Sebelum Ramadan

Sesuai Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag), Bulog kini diwajibkan menyalurkan minyak goreng langsung ke tingkat pengecer, tidak boleh lagi melalui distributor tingkat 1 (D1) atau tingkat 2 (D2).

"Jadi untuk pasar-pasar dahulu, karena Bulog tidak boleh ke D2 lagi, tetapi harus ke pengecer," kata Febby di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

BACA JUGA: 2026, Minyakita Bakal Disalurkan Langsung ke Pedagang

Secara rinci, Febby menjelaskan Bulog membeli minyak goreng dari produsen dengan harga Rp13.500 per liter.

Harga pembelian tersebut sesuai dengan ketetapan Sistem Informasi Minyak Goreng Curah (Simirah) dan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag).

BACA JUGA: Kemendag Pantau Stok Minyakita di Surabaya Menjelang Nataru, Ini Hasilnya

Minyak tersebut kemudian dijual ke pengecer dengan harga Rp14.500 per liter, selisih Rp1.000 untuk menutup biaya operasional distribusi.

"Seribunya itu untuk biaya distribusi, biaya kami pinjem bunga, bunga dari bank, bunga bayar bunga dari bank, loading-unloading," ujar Febby.

"Kami kan distribusi enggak cuma di Jawa, kami sampai ke daerah-daerah kecil ada yang pakai kapal laut. Nah, itu kkami harus dari sana. Karena minyak goreng tidak ada subsidi." imbuhnya.

Bulog mengimbau pengecer agar mengambil margin keuntungan yang wajar dari selisih harga beli Rp14.500.

Para pengecer ditekankan menjual minyak kepada konsumen akhir sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yaitu Rp15.700 per liter.

"Kami selalu memberitahu pengecer bahwa harus menjual sesuai HET Rp15.700. Dari Bulog ke pengecer, kami tertib Rp14.500, dari pengecer ke konsumen, kita harus pantau bersama," ujarnya lagi. (mcr31/jpnn)


Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Romaida Uswatun Hasanah


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Dampak Banjir-Longsor Gunung Slamet: 1 Orang Tewas
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Prabowo Minta Masukan Zidane untuk Perkembangan Sepak Bola Indonesia
• 4 jam lalukompas.com
thumb
Kronologi Menteri KKP Mendadak Pingsan saat Upacara Pelepasan Jenazah Korban Pesawat ATR 42-500, Hal Ini Jadi Penyebabnya!
• 1 jam lalugrid.id
thumb
Dedi Mulyadi Bertemu Para Korban Longsor Cisarua, Janji Bakal Beri Bantuan Rp 10 Juta Per KK
• 7 jam lalugrid.id
thumb
Ekonomi Mulai Bangkit, Daihatsu Ajak Konsumen Optimalkan Insentif PPnBM
• 8 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.