Banyuwangi tak hanya menyuguhkan objek wisata nan indah. Kota di ujung timur Pulau Jawa tersebut punya jenis durian dengan daging berwarna merah.
Durian Merah Banyuwangi (Durio Zibethinus L) dikenal memiliki beberapa ciri khas yang tidak ditemukan pada durian lain. Mulai dari warna daging buah yang merah mencolok, hingga cita rasa dan aroma yang kuat.
Menurut Ilham Juanda Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, keunikan durian merah ini terletak pada kombinasi alam yang meliputi tanah, iklim, dan ketinggian wilayah, serta praktik budidaya lokal yang telah diwariskan turun-temurun oleh masyarakat Banyuwangi.
“Durian merah Banyuwangi memiliki daging buah berwarna merah, dengan gradasi warna mulai dari merah, merah pelangi, hingga merah semburat. Ini berbeda dengan durian biasa yang memiliki daging berwarna kuning,” ujar Ilham dalam keterangan resminya.
Selain itu, durian ini memiliki aroma yang lebih kuat dan karakter rasa manis-pahit yang seimbang. Teksturnya lembut dan pulen, serta kaya akan kandungan gizi seperti antioksidan, vitamin C, dan lemak yang relatif rendah.
Ilham menambahkan, Durian Merah Banyuwangi memiliki bentuk yang bulat hingga lonjong, dengan kulit berwarna kuning kehijauan. Durian ini memiliki jumlah juring antara empat hingga tujuh, dengan ketebalan daging yang berkisar antara 4,2 hingga 18,5 milimeter, serta porsi daging yang mencapai 41,7 persen.
Dari sisi organoleptik, durian ini tidak hanya menarik perhatian karena warnanya yang mencolok, tetapi juga karena rasa yang seimbang dan tekstur daging yang halus. Keistimewaan ini menjadikannya durian langka yang hanya bisa ditemukan di beberapa wilayah di Banyuwangi.
Menurut Ilham, Durian Merah Banyuwangi berasal dari beberapa varietas unggul, seperti Balqis, SOJ, Gandrung, Sayu Wiwit, Tawangalun, dan Madu Blambangan, yang semuanya ditanam di wilayah Kecamatan Songgon, Rogojampi, Singojuruh, Glagah, Licin, dan Srono.
Ilham mengungkapkan bahwa Durian Merah Banyuwangi telah resmi mendapatkan status Indikasi Geografis (IG) dari Kementerian Hukum (Kemenkum RI), menjadikannya durian pertama di Indonesia yang memperoleh pengakuan IG.
Sertifikat IG ini diterbitkan setelah melalui proses panjang sejak diajukan pada 2023. Ia menyebut, kini ada sekitar enam pohon induk yang telah didaftarkan di Indikasi Geografis (IG) dari Kemenkum RI.
Dengan rata-rata produksi mencapai 4 ton per pohon, sejak 2015 silam, sebanyak 12 jenis durian lokal Banyuwangi telah terdaftar sebagai varietas unggul nasional, dengan enam di antaranya merupakan durian merah.
Luas panen durian di Banyuwangi mencapai 3.262 hektare, dengan produksi total sekitar 27.890 ton. Kecamatan Songgon, Licin, Glenmore, Kalibaru, Rogojampi, Singojuruh, Glagah, dan Srono merupakan daerah yang paling banyak menghasilkan durian merah.
Dengan diterbitkannya sertifikat IG, Ilham Juanda menegaskan bahwa durian merah Banyuwangi kini mendapatkan perlindungan hukum, memastikan kekayaan genetik lokal ini tidak dapat diklaim atau disalahgunakan oleh pihak luar.
“Melalui IG ini, kekayaan genetik lokal Banyuwangi terjaga dengan baik, dan kita dapat mencegah peniruan atau klaim dari pihak lain,” ujar Ilham. (saf/ham)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5331907/original/052529600_1756451385-sahroni.jpg)