JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah titik di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, rusak cukup parah pada Minggu (25/1/2026).
Jalan sepanjang sekitar satu kilometer ini merupakan akses strategis yang melintasi kantor DPRD DKI Jakarta dan Istana Wakil Presiden, tetapi aspal di jalur utama rusak, retak, dan berlubang, sehingga mengganggu kelancaran lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan.
Berdasarkan pengamatan Kompas.com, kerusakan terlihat jelas di jalur yang bersinggungan dengan halte bus dan jalur sepeda.
Lapisan aspal terkelupas memperlihatkan struktur di bawahnya, termasuk besi penutup drainase yang menonjol dan rusak.
Baca juga: Waspada, Ini Jalanan Jakarta yang Rusak dan Rawan Kecelakaan
Beberapa titik jalan diberi tanda khusus dengan cat semprot putih sebagai peringatan darurat bagi pengendara.
Kondisi ini berpotensi menimbulkan kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor dan pesepeda, karena mereka harus bermanuver menghindari lubang.
Material aspal yang hancur juga berubah menjadi kerikil lepas, membuat permukaan licin saat pengereman mendadak.
Kontras dengan jalan yang rusak, area pedestrian dan taman di sekitarnya relatif terawat, dengan pepohonan rindang dan jalur hijau yang asri.
Namun, masyarakat berharap perbaikan permanen dilakukan agar akses vital bagi kendaraan umum, termasuk bus listrik TransJakarta, kembali aman dan nyaman.
Baca juga: Menanti Jalan Rusak dan Berlubang di Mampang Indah Depok Kembali Mulus
“Setiap hari saya melintas sini naik motor, lubangnya banyak dan kadang bikin terhuyung. Kalau malam atau hujan, bahaya banget,” ujar Rico (32), warga Jakarta Timur, saat ditemui Kompas.com di lokasi.
Ia juga berharap pihak berwenang segera melakukan perbaikan permanen.
“Harapannya sih pemerintah tidak cuma tambal sulam, tapi benar-benar memperbaiki jalan agar aman untuk semua pengguna,” kata Rico.
“Sayang banget padahal jalan ini titik strategis area pemerintahan juga. Tapi kondisi jalanannya rusak begini,” imbuh dia.
Baca juga: Viral Kades di Sragen Mandi Lumpur di Tengah Jalan, Protes Jalan Rusak
Hal senada diungkapkan Sari (45), pedagang di sekitar Jalan Kebon Sirih.
“Bukan cuma pengendara yang terganggu, saya juga takut pelanggan terpeleset kalau jalan ini tidak segera diperbaiki. Aksi memberi tanda silang itu bagus, tapi lebih penting segera diperbaiki,” tutur dia.
Kerusakan Jalan Kebon Sirih sebelumnya menjadi sorotan publik setelah video yang diunggah akun Instagram @ijoeel memperlihatkan kondisi jalan yang memprihatinkan, termasuk lubang-lubang, aspal bergelombang, dan penutup drainase yang tidak presisi.
Pengunggah video juga menandai titik-titik bahaya dengan cat semprot sebagai bentuk protes sekaligus peringatan bagi pengendara dan pihak berwenang.
Video tersebut menyoroti bahwa kualitas aspal saat ini cepat rusak karena tidak tahan terhadap hujan dan kondisi drainase yang buruk, sehingga membutuhkan perbaikan menyeluruh dan peningkatan kualitas material agar lebih tahan lama.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



