Cuaca Ekstrem Tekan Pendapatan Maskapai hingga 25 Persen

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Cuaca buruk yang terjadi dalam beberapa hari terakhir berdampak pada industri penerbangan nasional.

Cuaca buruk yang terjadi dalam beberapa hari terakhir berdampak pada industri penerbangan nasional. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Cuaca buruk yang terjadi dalam beberapa hari terakhir berdampak pada industri penerbangan nasional. Maskapai berpotensi mengalami penurunan pendapatan imbas pembatalan atau penundaan penerbangan.

Sekretaris Jenderal Indonesia National Air Carrier Association (INACA), Bayu Susanto menilai, pendapatan maskapai berpotensi hilang dua digit, terutama akibat cancel flight atau delay flight imbas cuaca ekstrem (extreme weather).

Baca Juga:
BMKG Sebut Cuaca Ekstrem Belum Usai, Potensi Hujan Lebat hingga 29 Januari

"Saat terjadi extreme weather dan terjadi delays atau cancel flight, ya bisa (pendapatan hilang) 20-25 persen, karena perlu waktu recovery (pemulihan) untuk kembali normal," kata Bayu saat dihubungi IDXChannel, Minggu (25/1/2026).

Bayu mengungkapkan, cuaca ekstrem memaksa maskapai untuk mengubah jadwal penerbangan, sehingga harus menunda atau bahkan membatalkan penerbangan. Kondisi ini meningkatkan biaya operasional mulai dari beban tenaga kru atau pengembalian tiket (refund) kepada penumpang pesawat.

Baca Juga:
Pengusaha DKI Sebut Dampak Cuaca Buruk di Penjualan Ritel Belum Signifikan

"Cuaca ekstrem berpengaruh bagi operasi penerbangan, baik berupa hujan deras dengan waktu yang cukup lama maupun badai tropis khususnya memengaruhi ketepatan waktu take-off maupun landing yang didasari safety first principles," ujarnya.

Akibatnya, kata Bayu, jadwal penerbangan komersial juga ikut berkurang. Bahkan, penundaan penerbangan juga dapata membuat penumpukan penumpang pada terminal keberangkatan, sehingga menjadi lebih padat.

Untuk menyiasati dampak cuaca buruk ini, menurut Bayu, maskapai hanya bisa melakukan komunikasi persuasif kepada calon penumpang. Pasalnya, faktor cuaca menjadi dalam penerbangan menjadi hal yang tidak diprediksi dan dikendalikan secara cepat.

"Bagi penumpang juga harus memahami fenomena extreme weather ini apabila terjadi keterlambatan atau pembatalan," katanya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi peningkatan cuaca ekstrem di sebagian wilayah Indonesia. Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terbaru, wilayah yang mencakup Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara diperkirakan mengalami peningkatan intensitas hujan hingga akhir Januari 2026.

>

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Menko PMK Pratikno Soal Longsor Bandung Barat: SAR 24 Jam Cari 83 Korban Hilang
• 10 jam lalusuara.com
thumb
Waspada, Hujan Lebat Masih Mengintai Kota Tangerang
• 12 jam lalukompas.com
thumb
Arahan dari Prabowo, BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Jabodetabek
• 16 jam lalumerahputih.com
thumb
Wapres Gibran Tinjau Penanganan Longsor Bandung Barat
• 10 jam lalutvrinews.com
thumb
Polisi Masih Tunggu Hasil Uji Lab Penyebab Kematian Lula Lahfah
• 5 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.