Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Singapura akan menginvestasikan lebih dari S$1 miliar atau sekitar US$778,8 juta (sekitar Rp13.1 triliun) hingga 2030 untuk riset publik mengenai kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Sebagaimana dilaporkan Reuters, langkah ini bertujuan memperkuat kapabilitas nasional sekaligus meningkatkan daya saing global negara tersebut.
Kementerian Pengembangan Digital dan Informasi Singapura menyatakan dana itu akan difokuskan pada sejumlah bidang prioritas, termasuk pengembangan AI yang bertanggung jawab dan hemat sumber daya. Selain itu, investasi juga diarahkan untuk pengembangan talenta AI mulai dari tingkat pra-universitas hingga fakultas.
Sebagian anggaran juga akan digunakan untuk membangun kapabilitas yang mendukung adopsi dan penerapan AI oleh sektor industri. Inisiatif ini menjadi kelanjutan dari rangkaian investasi pemerintah Singapura di bidang AI dalam beberapa tahun terakhir.
Pada 2024, Singapura telah menyiapkan S$500 juta untuk mengamankan sumber daya komputasi berkinerja tinggi sebagai infrastruktur inovasi AI di sektor publik dan swasta. Pemerintah juga mengalokasikan lebih dari S$500 juta untuk riset dan pengembangan AI melalui program nasional AI Singapore.
Sebelumnya pada 2023, peneliti AI Singapore merilis model bahasa besar sumber terbuka bernama Southeast Asian Languages in One Network atau Sea-Lion dengan pendanaan S$70 juta. Model ini telah diadopsi sejumlah perusahaan, termasuk GoTo asal Indonesia, dan versi terbarunya dirilis pada Oktober 2025 dengan peningkatan kemampuan berbagai bahasa Asia Tenggara.
(hsy/hsy)



