Kejar Swasembada Pangan 2026, Pemprov Jateng Dukung Pembebasan PBB Sawah Petani

republika.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendukung pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) bagi petani yang mempertahankan sawah atau lahan pertanian yang dimilikinya untuk target swasembada pangan 2026. Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Jateng Defransisco Dasilva Tavares, menyatakan Jateng saat ini menjadi salah satu penopang utama pangan nasional, dengan produksi padi menempati peringkat ketiga nasional pada 2025.

Ia menargetkan produksi padi sebesar 10,5 juta ton gabah kering giling (GKG) pada 2026, meningkat dari realisasi 2025 yang mencapai 9,4 juta ton, kemudian produksi jagung juga ditargetkan naik menjadi 3,7 juta ton pipilan kering. Namun, diakuinya tantangan besar datang dari terus menyusutnya luas sawah, yang dalam enam tahun terakhir telah berkurang puluhan ribu hektare akibat alih fungsi lahan.

"Potensi kita besar, tetapi tantangannya juga besar. Karena itu, 2026 kita siapkan langkah yang lebih agresif," katanya di Semarang, Sabtu (24/1/2026).

Berdasarkan data Distanak Jateng, Jateng kehilangan sekitar 62 ribu ha sawah sepanjang 2019-2024, dan bertambah 17 ribu ha pada 2025. "Ini yang paling mengkhawatirkan. Bagaimana mau meningkatkan produksi kalau lahannya terus berkurang," katanya.

.rec-desc {padding: 7px !important;} Untuk menekan laju alih fungsi lahan, Pemprov Jateng menerapkan kebijakan, yakni insentif diberikan kepada petani yang mempertahankan sawah, antara lain berupa pembebasan PBB yang dilaksanakan oleh pemerintah kabupaten/kota. Sebaliknya, alih fungsi lahan yang tidak sesuai ketentuan akan dikenai sanksi administratif hingga pidana sesuai peraturan perundang-undangan.

Pengalihfungsian sawah beririgasi teknis juga diwajibkan menyediakan lahan pengganti tiga kali lipat dari luas yang dialihfungsikan. "Kalau tidak beralih fungsi harus ada insentif sebagai bentuk penghargaan. Namun jika beralih fungsi tanpa izin tim tata ruang, maka ada disinsentif dan sanksi," katanya.

Sejumlah kabupaten/kota di Jawa Tengah bahkan telah menerapkan kebijakan PBB Rp 0 bagi lahan sawah yang tidak dialihfungsikan. Upaya peningkatan produksi juga dilakukan melalui pemulihan produktivitas di sedikitnya 12 kabupaten, antara lain Cilacap, Kebumen, Brebes, Demak, Grobogan, dan Pati.

Daerah-daerah tersebut memiliki produktivitas di bawah rata-rata provinsi, yakni 5,6 ton per ha sehingga menjadi prioritas pendampingan, serta indeks pertanaman didorong minimal dua kali tanam per tahun. Ia mengatakan sinkronisasi data produksi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) juga diperkuat mengoptimalkan jaringan irigasi bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), serta meningkatkan perlindungan tanaman dari dampak perubahan iklim dan serangan organisme pengganggu tanaman.

"Kami berharap petani semakin bersemangat. Pertanian itu menjanjikan, dan menjadi kunci ketahanan pangan nasional," ujarnya.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : Antara
Advertisement

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
16 Jam Digeledah, Dokumen Keungan Hingga Sertifikat Tanah Disita dari Kantor DSI di SCBD
• 22 jam laluviva.co.id
thumb
Ronaldo Tak Dapat Jaminan Tempat Inti dari Martinez
• 1 jam lalutvrinews.com
thumb
Bibit Siklon 91S Aktif, BMKG Prediksi Hujan Lebat hingga Angin Kencang
• 17 jam lalumerahputih.com
thumb
Saksikan Persija Jakarta dan Persita Tangerang, John Herdman Kaget dengan Satu Hal di Super League Indonesia
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
20,5% Guru Honorer Penghasilannya di Bawah Rp500 Ribu, Anggota DPR: Pelanggaran HAM!
• 10 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.