Jakarta: Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) menilai turnamen Indonesia Masters 2026 menjadi momentum krusial bagi transisi dan regenerasi atlet nasional. Meski secara keseluruhan perolehan gelar tuan rumah belum maksimal, PBSI menyoroti dominasi para pemain muda yang berhasil melaju hingga babak semifinal dan final, melampaui pencapaian para pemain senior di edisi sebelumnya.
“Jika dibandingkan dengan Indonesia Masters tahun lalu, Indonesia juga menempatkan dua wakil di final, tetapi berasal dari pemain senior. Tahun ini, mayoritas semifinalis berasal dari pemain muda yang sebelumnya belum banyak diperhitungkan,” kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Eng Hian, di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, dikutip dari Antara, Minggu, 25 Januari 2026.
Baca Juga :
Alwi Farhan Bidik Olimpiade Usai Juara Indonesia Masters 2026Indonesia berhasil mengamankan satu gelar juara melalui tunggal putra Alwi Farhan yang menggilas wakil Thailand, Panitchapon Teerasatsakul. Sementara itu, ganda putra muda Raymond Indra/Nikolaus Joaquin keluar sebagai runner-up. Performa kompetitif juga ditunjukkan oleh Lanny Tria Mayasari/Apriyani Rahayu, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum, serta Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu yang sukses menembus babak semifinal.
Eng Hian menegaskan bahwa pencapaian para talenta muda ini menunjukkan perkembangan signifikan dan kesiapan mereka bersaing di level yang lebih tinggi. Hasil dari turnamen Super 500 ini akan langsung menjadi bahan kajian tim kepelatihan untuk menghadapi turnamen bergengsi selanjutnya.
Ganda putra bulu tangkis Indonesia Raymond Indra/Nikolaus Joaquin (merah) menghadapi Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi (putih) dalam semifinal Indonesia Masters 2026. Foto: Antara.
“Kami akan melakukan evaluasi dan menyusun program agar pemain yang menunjukkan prestasi di Indonesia Masters ini dapat kembali tampil kompetitif dan berprestasi di Indonesia Open,” tutur Eng Hian.
Fokus utama PBSI kini tertuju pada pematangan strategi dan penguatan fisik para pemain agar mampu memberikan hasil lebih baik di Indonesia Open yang berstatus BWF Super 1000 mendatang. Regenerasi yang mulai membuahkan hasil ini diharapkan menjadi modal kuat bagi masa depan bulu tangkis Indonesia di kancah internasional.

