Belajar Bahasa Daerah Lebih Menarik Lewat Teknologi Digital

harianfajar
12 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, SIDRAP — Mahasiswa KKN-T Gelombang 115 Universitas Hasanuddin menggelar kegiatan Inovasi Pembelajaran Bahasa dan Sastra Daerah Berbasis Teknologi di SDN 3 Lainungan, Desa Lainungan, Kabupaten Sidenreng Rappang.

Kegiatan ini diikuti oleh siswa dan guru sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa dan Sastra Daerah di tingkat sekolah dasar melalui pendekatan inovatif berbasis teknologi.

Pemateri utama dalam kegiatan ini adalah Muh. Nur Al Basir, mahasiswa Program Studi Sastra Daerah. Berdasarkan pengamatan selama kegiatan berlangsung, ia menilai penggunaan Bahasa Bugis di lingkungan SDN 3 Lainungan masih sangat kental dalam kehidupan sehari-hari siswa. Namun demikian, masih banyak siswa yang belum memahami sejarah, fungsi, serta makna aksara Lontara sebagai bagian penting dari warisan budaya dan sastra daerah.

Kondisi tersebut menjadi latar belakang pentingnya pelaksanaan kegiatan ini agar pembelajaran bahasa daerah tidak hanya berfokus pada penggunaan lisan, tetapi juga pada pemahaman nilai historis dan kultural yang terkandung di dalamnya.
Dalam pelaksanaannya, pembelajaran dikemas dengan memanfaatkan media berbasis teknologi, seperti presentasi digital dan konten edukatif, sehingga materi Bahasa dan Sastra Daerah dapat disampaikan secara lebih menarik, interaktif, dan mudah dipahami. Selain pemaparan materi, kegiatan ini juga menerapkan pembelajaran aktif melalui kuis, permainan edukatif, serta pelatihan membaca aksara Lontara.

Melalui metode tersebut, siswa dilatih untuk mengenal, membaca, dan memahami aksara Lontara secara bertahap dalam suasana belajar yang menyenangkan dan partisipatif.

Sebagai tindak lanjut, mahasiswa KKN-T Universitas Hasanuddin juga menginisiasi pembuatan kamus mini Bahasa Indonesia–Bahasa Bugis Sidenreng Rappang (Sidrap) yang memuat kosakata dalam kehidupan sehari-hari. Program ini bertujuan membantu siswa memahami padanan kata antara Bahasa Indonesia dan Bahasa Bugis, sekaligus menjadi media pembelajaran sederhana yang dapat digunakan secara berkelanjutan di sekolah. (*/)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kapal Feri Tenggelam, Ratusan Orang Hilang-Korban Jiwa Berjatuhan
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Pecinta Kafein Merapat! 5 Rekomendasi Drakor Bertema Kopi Ini Dijamin Bikin Hati Meleleh dan Gagal Move On
• 18 jam lalugrid.id
thumb
Sentimen Rupiah hingga Kredibilitas Fiskal Bikin IHSG Sepekan Terkoreksi 1,37%
• 18 jam lalubisnis.com
thumb
Lebih Dari 1.600 Warga Jakarta Mengungsi Akibat Banjir
• 2 menit lalutvrinews.com
thumb
WHO Merasa Dunia Jadi Kurang Aman Lantaran AS Keluar dari Organisasi
• 22 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.