Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Bandung Barat
Operasi pencarian dan penyelamatan korban tanah longsor di Desa Pasir Langu, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, terus berlangsung hingga Minggu, 25 Januari 2026 sore.
Hingga pukul 16.15 WIB, tim SAR gabungan berhasil menemukan 14 kantong jenazah, sehingga total kantong jenazah yang ditemukan mencapai 25.
Seluruh kantong jenazah tersebut telah diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Berdasarkan data sementara hingga Minggu siang, jumlah korban meninggal dunia tercatat sembilan orang. Lima korban telah teridentifikasi dan diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan, sementara empat korban lainnya masih dalam proses identifikasi oleh tim DVI.
Selain itu, sebanyak 23 warga dilaporkan selamat, sementara 81 orang lainnya masih dinyatakan hilang. Data jumlah korban dipastikan masih bersifat dinamis dan dapat berubah seiring proses pencarian dan identifikasi.
Proses pencarian pada hari ini sempat mengalami kendala akibat potensi longsor susulan. Sekitar pukul 10.41 WIB, tim SAR di area worksite A1 menghentikan sementara operasi setelah terpantau adanya pergerakan tanah.
Pencarian kembali dilanjutkan pada pukul 11.10 WIB setelah dilakukan pemantauan menggunakan drone UAV di area mahkota longsor dan dinyatakan aman.
Klaster SAR yang dipimpin Basarnas bersama unsur TNI, Polri, BNPB, dan BPBD telah melaksanakan pencarian sejak pagi hari dengan fokus pada dua sektor utama, yakni sektor alpha dan sektor bravo.
Lebih dari 250 personel dikerahkan dalam operasi ini dengan menggunakan kombinasi alat berat, pencarian manual, serta dukungan pemantauan udara melalui drone UAV.
Selain faktor cuaca, kondisi medan yang labil dan tertutup material longsoran menjadi tantangan utama bagi petugas di lapangan. Berdasarkan pertimbangan teknis dan aspek keselamatan, operasi pencarian dihentikan sementara pada sore hari dan dijadwalkan kembali dilanjutkan pada Senin, 26 Januari 2026.
Bencana longsor yang terjadi pada dini hari tersebut tidak hanya menelan korban jiwa, tetapi juga menimbun lebih dari 30 unit rumah warga.
Untuk mengantisipasi potensi longsor susulan, sebanyak 232 warga di sekitar lokasi terdampak telah mengungsi ke tempat yang lebih aman, yakni GOR dan aula desa setempat.
BPBD Kabupaten Bandung Barat bersama lintas instansi terus melakukan pendataan lanjutan serta pemantauan kondisi di lokasi terdampak.
Seiring dengan upaya pencarian, pemerintah juga memprioritaskan perlindungan dan pelayanan bagi pengungsi melalui lima klaster penanganan bencana, yaitu klaster SAR, kesehatan, logistik, perlindungan dan pengungsian, serta pemulihan.
Editor: Redaksi TVRINews





