Minuman Energi Disebut Bisa Ganggu Tidur dan Tingkatkan Stres

suarasurabaya.net
6 jam lalu
Cover Berita

Minuman energi dirancang untuk meningkatkan kewaspadaan fisik dan mental, namun sering mengandung kafein, gula, dan stimulan lain dalam kadar tinggi.

Dilansir dari laman Health, konsumsi sesekali biasanya aman bagi orang dewasa. Tetapi kebiasaan harian dapat menimbulkan efek negatif bagi kesehatan.

1. Gangguan Tidur
Kandungan kafein dalam minuman energi bervariasi, mulai dari 41 hingga 246 mg per kaleng 12 ons. Konsumsi rutin dapat menyebabkan kesulitan tidur, terbangun di malam hari, atau tidur lebih singkat secara keseluruhan.

Sebuah studi 2024 menemukan orang dewasa muda yang minum minuman energi setiap hari lebih lama tertidur dan mengalami kelelahan di siang hari. Kurang tidur juga dikaitkan dengan risiko gangguan mental, sistem imun terganggu, obesitas, penyakit jantung, dan diabetes.

2. Lonjakan Detak Jantung dan Tekanan Darah
Minuman energi dapat meningkatkan tekanan darah sistolik dan diastolik sementara, serta membuat jantung berdetak lebih cepat. Lonjakan ini disebabkan kafein dan stimulan lain.

Meskipun efeknya sementara, paparan berulang dapat memberi tekanan pada sistem kardiovaskular, terutama bagi yang berisiko hipertensi atau penyakit jantung.

3. Jantung Berdebar, Gelisah, dan Tangan Gemetar
Sekitar 21 persen orang dewasa melaporkan palpitasi jantung setelah mengonsumsi minuman energi, sementara 30% mengalami rasa gugup atau tangan gemetar. Kafein dan stimulan lain mengaktifkan sistem saraf, meningkatkan risiko sensasi gemetar, gelisah, atau detak jantung tidak teratur.

4. Peningkatan Stres dan Kecemasan
Konsumsi rutin minuman energi juga dikaitkan dengan peningkatan stres, kecemasan, dan kualitas hidup yang lebih rendah. Studi observasional menunjukkan hubungan antara minuman energi dan suasana hati negatif, terutama pada orang dewasa muda, meski tidak membuktikan sebab-akibat langsung.

5. Kandungan Gula dan Stimulan Tambahan
Selain kafein, minuman energi sering mengandung gula tinggi dan stimulan tambahan seperti guarana, taurin, atau L-karnitin. Gula berlebih dapat menyebabkan lonjakan dan penurunan gula darah yang drastis, meningkatkan risiko diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan masalah metabolik.

Kombinasi stimulan dapat memperkuat aktivasi sistem saraf, memicu rasa gugup, migrain, gangguan pencernaan, atau gejala fisik lain. (saf/ham)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Komandan Garda Revolusi: Iran Siap Tarik Pelatuk Hadapi Serangan Militer AS
• 4 jam laluokezone.com
thumb
Ultrajaya (ULTJ) Investasi Rp1,14 Triliun untuk Perkuat Pasokan Susu UHT Program MBG
• 33 menit laluidxchannel.com
thumb
Patah Hati Naomi Osaka: Cedera Paksa Mundur dari Australian Open 2026
• 12 jam laluviva.co.id
thumb
Bunga Termahal di Dunia, Salah Satunya Hanya Mekar di Malam Hari
• 14 jam lalubeautynesia.id
thumb
Menlu Sugiono Ungkap Sikap Indonesia soal Trump Ingin Akuisisi Greenland
• 3 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.